JAKARTA — BARU SAJA, hasil survei terbaru dari sebuah lembaga riset ekonomi menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri HAM Natalius Pigai sebagai menteri dengan kinerja terburuk di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Hasil ini langsung memicu reaksi keras dari Partai Golkar.
Survei tersebut dirilis pada Rabu (25/6/2026) dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan politikus dan pengamat kebijakan publik. Publikasi penilaian ini disebut-sebut sebagai salah satu evaluasi paling tajam terhadap pemerintahan saat ini.
Respons Cepat Golkar
Partai Golkar tidak tinggal diam. Mereka membantah keras hasil survei tersebut dan menyebut penilaian itu tidak mencerminkan kerja nyata di lapangan. Juru bicara partai menegaskan bahwa kinerja Bahlil seharusnya dinilai dari program-program strategis yang berjalan, bukan sekadar angka dalam survei.
"Penilaian itu terlalu subjektif dan tidak berdasar data riil di lapangan," ujar salah satu pengurus Golkar dalam keterangan singkatnya. Bantahan ini dikonfirmasi langsung oleh sejumlah kader partai yang enggan disebut namanya.
Pihak Golkar menambahkan, sejumlah kebijakan di sektor energi justru menunjukkan tren positif. Mereka menyebut capaian investasi dan hilirisasi sebagai bukti nyata yang tidak terlihat dalam survei.
Fakta Kunci Survei
- Bahlil Lahadalia dan Natalius Pigai menempati posisi terburuk versi survei CELIOS.
- Hasil ini dirilis pada 25 Juni 2026.
- Golkar merespons dengan bantahan resmi dan menyebut survei tidak valid.
- Sejumlah pengamat menilai hasil ini sebagai sinyal peringatan bagi pemerintahan Prabowo.
Sejumlah saksi mata di lokasi rilis survei menyatakan bahwa suasana sempat memanas ketika awak media menanyakan tanggapan langsung kepada perwakilan partai. Beberapa kader terlihat bergegas meninggalkan ruangan tanpa memberikan pernyataan panjang.
Dampak Politik
UPDATE terbaru menyebutkan bahwa hasil survei ini berpotensi memengaruhi peta koalisi menjelang tahun politik. Pengamat menilai tekanan publik terhadap dua menteri tersebut akan terus menguat jika tidak ada perbaikan kinerja dalam waktu dekat.
Namun, Golkar menegaskan tidak ada rencana reshuffle internal. Mereka meminta semua pihak menunggu evaluasi resmi dari istana. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Bahlil maupun Pigai secara langsung.
Beritatercepat akan terus memantau perkembangan ini. Ikuti update selanjutnya untuk informasi resmi dari pihak-pihak terkait.
Comments (0)