BARU SAJA — Seorang bos travel mengungkap praktik fee percepatan haji senilai USD 4.500 atau sekitar Rp70 juta per jemaah. Uang itu diduga mengalir ke pihak tertentu di Kemenag. Fakta ini terungkap dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji.
Kesaksian tersebut mencuat di ruang sidang dan langsung menjadi sorotan. Saksi menyebut pembayaran dilakukan agar jemaah bisa diberangkatkan lebih cepat. Nilai USD 4.500 disebut sebagai tarif baku untuk satu orang.
Fakta Kunci yang Terungkap
- Fee percepatan haji: USD 4.500 per jemaah atau sekitar Rp70 juta.
- Tujuan dana: diduga untuk pihak di lingkungan Kemenag.
- Pemberi keterangan: bos travel yang terlibat langsung.
- Konteks: sidang kasus dugaan korupsi kuota haji.
- Status: masih dikembangkan penyidik dan majelis hakim.
"Uang itu diserahkan agar proses percepatan berjalan," ujar saksi di hadapan majelis hakim. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari penasihat hukum dan pengamat.
Aliran Dana Disebut ke 'Lantai 2'
Istilah "Lantai 2" mencuat dalam kesaksian. Istilah itu diduga merujuk pada pihak berwenang di Kemenag. Saksi mengaku tidak berani menolak permintaan tersebut. Sebab, percepatan haji menjadi permintaan banyak calon jemaah.
Konfirmasi kepada pihak Kemenag masih diupayakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada bantahan resmi. Penyidik disebut tengah menelusuri rekening dan dokumen transaksi.
Respons dan Perkembangan
Sejumlah pihak mendesak transparansi penuh. Mereka menilai praktik fee percepatan merugikan jemaah. Selain itu, biaya tambahan itu dinilai memberatkan masyarakat kecil.
- Penyidik menelusuri aliran dana ke sejumlah rekening.
- Majelis hakim mendalami keterangan saksi travel.
- Dugaan korupsi kuota haji terus bergulir di pengadilan.
- Publik menanti keterangan resmi Kemenag.
Saksi mata di persidangan menyebut angka itu disebut berulang kali. Beberapa jemaah diduga membayar demi berangkat lebih awal. Praktik ini berlangsung dalam periode tertentu yang masih didalami.
UPDATE — Sidang akan kembali digelar untuk mendengar saksi berikutnya. Penyidik berjanji mengusut tuntas pihak yang menerima fee. Kasus ini menjadi ujian integritas layanan haji.
Beritatercepat akan terus memantau perkembangan kasus ini. Ikuti update selanjutnya.
Comments (0)