BREAKING NEWS — Desakan keras baru saja dilontarkan kalangan advokat agar pemerintah bertindak tegas terhadap mafia pertambangan di Indonesia.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Krisna Murti meminta aparat penegak hukum bergerak transparan. Permintaan ini dikonfirmasi mencuat di tengah maraknya dugaan kolusi di sektor tambang.
"Penegakan hukum harus tegas dan terbuka," ujar Krisna dalam pernyataan resminya, dikutip MENIT LALU.
Desakan itu muncul karena praktik ilegal di sektor pertambangan dilaporkan makin meresahkan. Mafia tambang diduga kuat membekingi aktivitas tambang tanpa izin di sejumlah daerah.
Fakta Kunci yang Dilaporkan
- Peradi mendesak penindakan tanpa pandang bulu terhadap pelaku.
- Penegakan hukum wajib transparan agar publik bisa mengawasi.
- Mafia tambang diduga melibatkan jaringan lintas daerah.
- Kerugian negara akibat tambang ilegal ditaksir mencapai triliunan rupiah per tahun.
- Masyarakat sekitar lokasi tambang dilaporkan resah dan siaga.
Krisna menegaskan, proses hukum tidak boleh berhenti di pelaku kecil. Aktor intelektual dan pemodal besar harus ikut diseret ke meja hijau.
"Jangan hanya tukang gali yang ditangkap. Otak di belakangnya harus dibongkar," tegasnya.
Desakan pada Aparat
Peradi meminta kepolisian, kejaksaan, dan kementerian terkait bersinergi. Tidak boleh ada tebang pilih dalam penanganan kasus.
Menurut Krisna, transparansi menjadi kunci. Publik berhak tahu perkembangan setiap penyidikan. Termasuk siapa saja yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Saksi mata di sejumlah wilayah tambang mengaku kerap melihat aktivitas alat berat tanpa izin. Kegiatan itu berlangsung siang malam tanpa pengawasan ketat.
"Kami minta ada satgas khusus. Jangan tunggu korban berjatuhan," kata Krisna.
Ia juga mendorong penguatan perlindungan bagi pelapor. Tanpa itu, praktik mafia tambang sulit dibongkar sampai akar.
Sorotan Publik Meningkat
Isu mafia tambang kini menjadi sorotan nasional. Berbagai organisasi masyarakat sipil menuntut pemerintah serius menuntaskan persoalan ini.
Data menunjukkan banyak izin tambang bermasalah. Sebagian diterbitkan tanpa kajian lingkungan memadai.
Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal pun dilaporkan meluas. Sungai tercemar, hutan gundul, dan lahan warga tergerus.
Peradi menilai penegakan hukum yang transparan bisa memulihkan kepercayaan publik. Sekaligus menutup celah korupsi di sektor sumber daya alam.
"Negara tidak boleh kalah dari mafia. Hukum adalah panglima," pungkas Krisna.
UPDATE — Perkembangan kasus ini masih terus bergulir. Beritatercepat akan melaporkan setiap informasi terverifikasi berikutnya.
Comments (0)