BREAKING: 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, WNA Sempat Teriak Minta Tolong

BARU SAJA, tragedi kecelakaan kerja menewaskan tiga pekerja di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Seorang pekerja warga negara asing (WNA) dilaporkan sempat berteriak mem...

Jul 12, 2026 - 03:09
0 0
BREAKING: 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, WNA Sempat Teriak Minta Tolong

BARU SAJA, tragedi kecelakaan kerja menewaskan tiga pekerja di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Seorang pekerja warga negara asing (WNA) dilaporkan sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya meregang nyawa.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu pagi (11/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Ketiga korban saat itu tengah melakukan perawatan saluran air di gorong-gorong berdiameter sempit tersebut. Tiba-tiba, material tanah dan batu longsor dari dinding saluran hingga menimbun para pekerja.

Kronologi Mencekam

Saksi mata bernama Rudi (45), warga sekitar, menuturkan mendengar teriakan panik dari dalam gorong-gorong. "Saya dengar suara orang teriak 'tolong, tolong!' dengan logat asing. Lalu warga langsung berlari dan menelepon pemadam kebakaran," ujarnya.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban WNA tersebut sempat berusaha memanjat keluar sebelum akhirnya tertimbun longsoran kedua. Suara jeritnya terdengar sayup sebelum akhirnya menghilang.

Identitas Korban

Pihak kepolisian mengidentifikasi ketiga korban adalah:

  • Ahmed Hossein (38), WNA asal Bangladesh, teknisi drainase
  • Slamet Riyadi (42), pekerja lokal asal Cipayung
  • Mulyono (32), pekerja lokal asal Ciracas

Ketiganya merupakan karyawan kontraktor swasta yang tengah mengerjakan proyek pemeliharaan saluran milik Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Evakuasi Dramatis

Sekitar 30 personel gabungan dari Damkar, BPBD, dan Tim SAR tiba di lokasi pukul 09.50 WIB. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan sempit dan gelap. Petugas harus menggunakan alat penerangan dan pompa untuk mengeluarkan air agar bisa menjangkau korban.

"Korban pertama berhasil dievakuasi pukul 11.15 WIB, diikuti dua lainnya hingga pukul 12.30 WIB. Sayangnya, semuanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa," ujar Komandan Regu Damkar Cipayung, Sutikno.

Penyebab Sementara

Hasil olah TKP sementara, kecelakaan diduga akibat struktur tanah di sekitar gorong-gorong yang labil setelah diguyur hujan semalaman. Pihak kontraktor kini dalam pemeriksaan intensif terkait standar keselamatan kerja.

"Kami sudah mengamankan mandor dan akan memeriksa apakah alat pelindung diri dipakai sesuai SOP," kata Kapolsek Cipayung, AKP Rina Astuti.

Respons Pemerintah

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Agung Setiawan, menyampaikan belasungkawa dan memastikan seluruh proyek serupa dihentikan sementara untuk audit K3. "Ini tragedi yang sangat kami sesalkan. Kami pastikan korban mendapat hak santunan," ujarnya.

Keluarga korban, terutama istri Ahmed Hossein yang dihubungi dari kampung halamannya, mengaku syok. "Suami saya baru sebulan di Indonesia. Kami hanya berharap keadilan," ucapnya melalui video call.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyelidiki sumber pasti longsoran. Ketiga jenazah sudah dibawa ke RSUD Kramat Jati untuk autopsi. Polisi berjanji akan mengumumkan hasil investigasi dalam 3x24 jam ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User