Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air Lewat Bendungan Sidan-Keureuto
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dua bendungan strategis nasional, Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh, dalam sebuah upacara yang me
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dua bendungan strategis nasional, Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh, dalam sebuah upacara yang menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap ketahanan air dan pangan. Di balik rampungnya proyek vital ini, PT Brantas Abipraya (Persero) berdiri sebagai kontraktor utama yang tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi kemandirian bangsa. Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan tiga bendungan lainnya itu menjadi tonggak penting di tengah upaya nasional mengantisipasi perubahan iklim dan menjaga stabilitas produksi pangan.
Peresmian Langsung oleh Presiden
Bertempat di dua lokasi berbeda yang dihubungkan secara virtual, Presiden Prabowo secara simbolis menekan tombol sirine sebagai tanda beroperasinya bendungan. Bendungan Sidan yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, diresmikan pada awal tahun ini dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ke sejumlah proyek infrastruktur prioritas. Momen tersebut disaksikan langsung oleh para menteri Kabinet Merah Putih, jajaran pemerintah daerah, serta Direksi Brantas Abipraya. Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dikelola dengan bijak, dan bendungan-bendungan ini adalah jawaban atas kebutuhan irigasi, air baku, hingga pengendalian banjir yang kian mendesak.
Kontribusi Brantas Abipraya di Balik Megaproyek
Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman membangun lebih dari 130 bendungan di Tanah Air, Brantas Abipraya kembali menunjukkan kapasitas teknis dan manajerialnya. Pembangunan Bendungan Sidan yang menelan biaya sekitar Rp1,1 triliun dikerjakan dengan menerapkan teknologi beton padat yang efisien, sementara Bendungan Keureuto dengan nilai kontrak lebih dari Rp2 triliun diselesaikan meskipun menghadapi tantangan geografis dan cuaca ekstrem di Aceh. Direktur Utama Brantas Abipraya mengungkapkan bahwa proyek ini melibatkan ribuan tenaga kerja lokal dan menggunakan material dominan dari dalam negeri, sejalan dengan target maksimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). "Kami tidak hanya membangun bendungan, tetapi juga membangun kepercayaan bahwa bangsa ini mampu menciptakan infrastruktur air berkelas dunia," ujarnya dalam keterangan pers usai peresmian.
"Bendungan ini adalah bukti konkret bahwa strategi Asta Cita pemerintahan Prabowo tentang swasembada pangan dan ketahanan air bukan sekadar slogan. Dengan dukungan Brantas Abipraya, kita bisa memastikan air tersedia sepanjang musim." - Menteri Pekerjaan Umum
Manfaat Multiguna yang Mengubah Wajah Daerah
Bendungan Sidan dirancang untuk menampung volume tampung hingga 1,8 juta meter kubik air yang akan mengairi sedikitnya 1.500 hektare lahan pertanian di Bali selatan. Selain itu, bendungan ini mampu menyuplai 300 liter air baku per detik bagi kawasan pariwisata dan permukiman di sekitarnya, sekaligus menjadi pengendali banjir yang selama ini merendam kawasan rendah saat musim hujan. Sementara itu, Bendungan Keureuto hadir dengan kapasitas tampung mencapai 215 juta meter kubik, menjadikannya salah satu bendungan terbesar di Sumatra. Bendungan ini akan mengairi 11.000 hektare sawah di Aceh Utara dan sekitarnya, meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun. Dampak ekonominya diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi hingga 40 persen di wilayah tersebut, memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan
Peresmian ini bukan hanya seremoni, melainkan bagian dari peta jalan besar pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan. Dengan beroperasinya dua bendungan tersebut, total lahan pertanian yang kini terjamin pasokan airnya bertambah signifikan, mengurangi ketergantungan petani pada hujan. Hal ini selaras dengan visi Presiden Prabowo yang menargetkan Indonesia keluar dari jerat impor pangan dalam jangka menengah. Lebih jauh, bendungan Sidan dan Keureuto juga dilengkapi potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang akan menambah bauran energi baru terbarukan di daerah masing-masing, menjadikan proyek ini sebagai contoh sinergi antara ketahanan air, pangan, dan energi. Brantas Abipraya pun terus berkomitmen untuk berkontribusi pada proyek-proyek strategis berikutnya, memastikan Indonesia tak hanya bertahan, tetapi juga unggul dalam pengelolaan sumber daya air.
Keberhasilan peresmian ini menandai babak baru bagi Bali dan Aceh, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan BUMN konstruksi mampu menghadirkan solusi konkret atas tantangan fundamental bangsa. Brantas Abipraya, dengan pengalaman puluhan tahun, terus memposisikan diri sebagai pilar utama pembangunan infrastruktur air nasional.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan Bendungan Sidan & Keureuto! Dua bendungan strategis ini buktikan komitmen Brantas Abipraya jaga ketahanan air & pangan nasional. 💧🌾 #BendunganSidan #BrantasAbipraya #KetahananAir[SOCIAL_TG]: 💧 Kabar Baik! Bendungan Sidan (Bali) dan Keureuto (Aceh) diresmikan Presiden Prabowo. Brantas Abipraya konsisten bangun infrastruktur air demi ketahanan pangan nasional.
Comments (0)