Bos NATO Beberkan Dukungan ke AS selama Perang, Iran Geram!
Beritatercepat.com - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah pernyataan Sekretaris Jenderalnya, Mark Rutte, yang membeberkan bentuk dukunga
Beritatercepat.com - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah pernyataan Sekretaris Jenderalnya, Mark Rutte, yang membeberkan bentuk dukungan aliansi tersebut kepada Amerika Serikat (AS) selama konflik bersenjata baru-baru ini. Teheran menuding NATO secara langsung "terlibat" dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel melawan Iran.
Kemarahan Iran ini mencuat menyusul wawancara eksklusif Mark Rutte dengan stasiun televisi AS, Fox News. Dalam wawancara tersebut, Rutte merespons kritik Presiden Donald Trump yang sebelumnya mempertanyakan minimnya dukungan militer dari negara-negara sekutu NATO terhadap Washington dalam perang melawan Iran. Bos NATO itu justru mengungkapkan serangkaian bantuan strategis yang menurutnya krusial bagi operasi militer Amerika.
"Ratusan pesawat militer Amerika diberangkatkan dari pangkalan-pangkalan militer di Italia," ujar Rutte, seperti dikutip oleh media kami, Kamis (10/4/2025).
Tidak hanya Italia, Rutte juga menyebut kontribusi signifikan dari Rumania. Ia mengungkapkan bahwa negara Eropa Timur itu sampai harus melakukan penyesuaian besar pada sektor penerbangan sipilnya. Rumania terpaksa mengurangi secara drastis volume lalu lintas penerbangan komersial demi membuka koridor udara bagi pesawat-pesawat tanker militer yang digunakan untuk mendukung operasi tempur AS selama periode perang melawan Iran berkecamuk.
Pengungkapan detail dukungan operasional ini segera memicu reaksi keras dari Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pengakuan dari seorang pejabat tinggi NATO tersebut merupakan bukti tak terbantahkan tentang keterlibatan langsung aliansi itu dalam agresi terhadap kedaulatan Iran. Iran menegaskan bahwa tindakan NATO memfasilitasi serangan udara dan operasi logistik musuh merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Pernyataan Rutte ini semakin memperkeruh hubungan yang sudah panas antara Iran dan blok Barat. Sebelumnya, Iran berulang kali memperingatkan negara-negara tetangga dan anggota NATO untuk tidak menyediakan wilayah atau infrastruktur mereka bagi kepentingan militer AS dan Israel. Bagi Teheran, pengakuan penggunaan pangkalan di Italia dan ruang udara Rumania mengonfirmasi bahwa NATO telah berubah dari aliansi pertahanan menjadi instrumen ofensif yang memihak dalam konflik Timur Tengah.
Analis pertahanan yang dihubungi laporan kami menilai bahwa pembeberan oleh Rutte ini, yang kemungkinan dimaksudkan untuk menepis kritik Trump dan memperkuat soliditas internal NATO, justru memberikan amunisi diplomatik bagi Iran. Kini Teheran memiliki dasar kuat untuk membawa isu ini ke forum internasional, menuntut pertanggungjawaban NATO atas apa yang mereka sebut sebagai keterlibatan langsung dalam kejahatan perang. Sementara itu, baik Washington maupun Brussel belum memberikan tanggapan resmi terkait kemarahan Iran atas pengakuan tersebut.
Comments (0)