Bom Rakitan Meledak di Tasik Akibat Cekcok PKL, Penjual Es Teh Jadi
BARU SAJA – Ledakan keras yang bersumber dari bom rakitan mengguncang kawasan sentra pedagang kaki lima di Tasikmalaya, beberapa menit lalu. Polisi langsung menangkap seorang penjual es teh yang did...
BARU SAJA – Ledakan keras yang bersumber dari bom rakitan mengguncang kawasan sentra pedagang kaki lima di Tasikmalaya, beberapa menit lalu. Polisi langsung menangkap seorang penjual es teh yang diduga sebagai otak di balik teror tersebut.
Detik Ini Juga memperoleh konfirmasi bahwa insiden bermula dari cekcok antar pedagang yang memanas dalam sepekan terakhir. Perselisihan lahan dagang diduga menjadi pemicu utama hingga salah satu pihak nekat merakit bahan peledak berdaya rusak tinggi.
Kronologi Darurat
Ledakan terjadi sekitar pukul 09.47 WIB, saat area PKL mulai dipadati pembeli. Saksi mata melaporkan mendengar dua kali dentuman disusul kepanikan massa. Serpihan kaca dan logam berserakan hingga radius 15 meter. Tim gegana dan satuan brimob langsung mensterilkan lokasi dalam hitungan menit.
Penangkapan dan Barang Bukti
Polisi bergerak cepat melakukan evakuasi dan penggeledahan. Hasil penyelidikan awal mengarah pada gerobak milik penjual es teh yang berada tepat di pusat ledakan. Petugas menemukan sisa serbuk kimia, kabel, serta pemicu elektrik yang masih utuh di dalam lapak tersebut. Tersangka, seorang pria berusia 32 tahun, tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
Fakta Kunci yang Terkonfirmasi:
- Dua ledakan terjadi dalam jeda 4 detik, menunjukkan kemungkinan bom susulan.
- Lima orang mengalami luka ringan akibat serpihan, termasuk seorang anak-anak.
- Polisi menyita telepon genggam tersangka yang berisi komunikasi ancaman kepada korban.
- Jarak ledakan hanya 20 meter dari pos keamanan terpadu.
Motif Perselisihan
Menurut keterangan saksi mata, tersangka dan korban—seorang pedagang bakso—telah terlibat pertikaian sejak awal Juli. Korban menuduh tersangka sengaja membuang limbah es ke area dagangnya, memicu konflik berkepanjangan. Perangkat desa sempat memediasi, namun gagal. Eskalasi mencapai puncak saat tadi pagi tersangka kedapatan menyimpan bungkusan mencurigakan di bawah gerobaknya.
Respons Aparat
Kapolresta Tasikmalaya, dalam konferensi pers kilat, menyatakan status tanggap darurat di seluruh pasar rakyat. Seluruh lokasi PKL untuk sementara ditutup selama penyelidikan. "Ini bukan sekadar pidana biasa. Ancaman hukuman maksimal untuk tindakan terorisme akan kami terapkan," tegasnya.
Update Terkini
Hingga berita ini diturunkan, tim forensik masih melakukan olah TKP tahap kedua. Warga diminta menjauhi lokasi dan tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi. Pihak rumah sakit memastikan seluruh korban dalam kondisi stabil.
Baca juga:
Comments (0)