Sep 30, 2026
Nasional

Bolehkah Cas Ponsel Semalaman? Ini Risiko dan Cara Aman

Mengisi daya ponsel sebelum tidur dan membiarkannya tetap tercolok sepanjang malam telah menjadi kebiasaan populer bagi jutaan pengguna di seluruh dunia, t

Bolehkah Cas Ponsel Semalaman? Ini Risiko dan Cara Aman

Mengisi daya ponsel sebelum tidur dan membiarkannya tetap tercolok sepanjang malam telah menjadi kebiasaan populer bagi jutaan pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kebiasaan ini dianggap praktis karena ponsel sudah terisi penuh saat bangun tidur. Namun, di balik kepraktisan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah mengecas ponsel semalaman benar-benar aman bagi perangkat dan penggunanya?

Sejumlah pakar teknologi dan baterai menilai kebiasaan ini tidak langsung merusak ponsel, tetapi tetap menyimpan risiko jangka panjang yang perlu diwaspadai. Pasalnya, baterai lithium-ion yang digunakan hampir semua ponsel modern bekerja paling optimal pada rentang pengisian tertentu, umumnya antara 20 hingga 80 persen.

Bagaimana Sistem Pengisian Modern Bekerja

Ponsel masa kini dilengkapi teknologi cerdas yang mampu menghentikan aliran daya saat baterai mencapai 100 persen. Sistem ini dikenal sebagai trickle charging, di mana perangkat hanya menerima daya kecil untuk mempertahankan level penuh. Meski demikian, kondisi ini membuat baterai terus berada dalam tekanan tegangan tinggi selama berjam-jam.

Menurut sejumlah ahli baterai, berada dalam kondisi terisi penuh dalam waktu lama dapat mempercepat degradasi kapasitas. Suhu panas yang timbul selama proses pengisian juga menjadi faktor utama yang memperpendek umur pakai baterai.

"Baterai lithium-ion paling nyaman berada di kisaran 20 sampai 80 persen. Menahan baterai di angka 100 persen selama delapan jam setiap malam secara perlahan akan mengurangi kapasitas maksimalnya," ujar seorang teknisi perangkat seluler.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Selain penurunan kapasitas baterai, mengecas semalaman juga berpotensi menimbulkan risiko lain, terutama bila menggunakan charger murah yang tidak bersertifikat. Berikut sejumlah risiko yang perlu diperhatikan:

  • Panas berlebih: Pengisian daya dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu perangkat dan baterai.
  • Degradasi baterai: Kapasitas maksimal baterai menurun lebih cepat dari seharusnya.
  • Risiko korsleting: Charger atau kabel berkualitas rendah berpotensi memicu korsleting hingga kebakaran.
  • Konsumsi listrik: Meski kecil, daya yang terus mengalir tetap terbuang percuma.
  • Gangguan tidur: Notifikasi tengah malam dapat mengganggu kualitas istirahat pengguna.

Cara Aman Mengecas Semalaman

Bagi yang tetap ingin mengecas ponsel saat tidur, ada beberapa langkah aman yang bisa diterapkan. Pertama, gunakan charger dan kabel resmi bersertifikat sesuai rekomendasi pabrikan. Kedua, aktifkan fitur pengisian daya adaptif atau optimized charging yang tersedia di sistem operasi modern.

Selain itu, hindari mengecas ponsel di bawah bantal atau tempat tertutup yang menghambat sirkulasi udara. Melepas casing tebal saat pengisian juga membantu menurunkan suhu perangkat. Jika memungkinkan, cabut charger saat baterai sudah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

"Cara paling aman adalah mengecas di tempat yang berventilasi baik, menggunakan perangkat asli, dan tidak menutupi ponsel dengan benda apa pun," tambah teknisi tersebut.

Kesimpulan

Mengecas ponsel semalaman tidak langsung merusak perangkat, tetapi bukan berarti bebas risiko. Kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai dan menimbulkan bahaya bila didukung perangkat charger murahan. Dengan menerapkan cara aman, pengguna masih bisa menikmati kepraktisan tanpa harus mengorbankan umur pakai ponsel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User