BNPT Gelar Kemah Bela Negara, Libatkan Pelajar hingga Mahasiswa
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menginisiasi program Kemah Bela Negara sebagai strategi preventif menghadapi ancaman terorisme yang kian merambah ranah digital. Inisiatif in...
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menginisiasi program Kemah Bela Negara sebagai strategi preventif menghadapi ancaman terorisme yang kian merambah ranah digital. Inisiatif ini menyasar generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan bumi perkemahan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan ideologi sejak dini. Peserta dibekali pemahaman komprehensif tentang bahaya radikalisme dan cara mengenali propaganda digital yang kerap menjerat kalangan remaja.
Peserta Multijenjang, Dari SMP Hingga Mahasiswa
Keterlibatan pelajar dari tingkat SMP, SMA, sederajat, dan mahasiswa menunjukkan keseriusan BNPT dalam membangun sistem pertahanan nasional berbasis komunitas. Panitia menyeleksi ratusan peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti program yang berlangsung selama beberapa hari.
Materi yang disampaikan mencakup pelatihan fisik dasar, diskusi wawasan kebangsaan, hingga literasi media digital. Pendekatan lintas usia ini diharapkan menciptakan efek domino kesadaran di lingkungan sekolah dan kampus masing-masing.
Respons Terhadap Tantangan Era Digital
Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan bahwa transformasi modus rekrutmen teroris melalui platform media sosial dan aplikasi pesan instan memerlukan respons baru. Kampanye negatif dan konten radikal dapat menyusup dengan mudah ke gawai anak muda tanpa filter memadai.
“Kemah ini bukan sekadar kegiatan lapangan, melainkan laboratorium ketahanan digital bagi peserta. Mereka diajari mengidentifikasi hoaks, narasi kebencian, hingga upaya perekrutan terselubung,” ujar Eddy dalam sambutannya.
Penguatan Nilai Bela Negara
Konsep bela negara yang diusung tidak terbatas pada aspek militer, melainkan mencakup kontribusi sipil dalam menjaga keutuhan NKRI. Peserta mengikuti simulasi penanganan konflik sosial dan studi kasus infiltrasi paham ekstrem di lingkungan pendidikan.
Pelibatan mahasiswa sebagai mentor sebaya menjadi terobosan untuk mendekatkan materi kepada peserta lebih muda. Efektivitas edukasi teman sebaya terbukti meningkatkan penyerapan pesan positif di kalangan remaja.
Antusiasme tinggi terlihat dari interaksi aktif dalam setiap sesi. Banyak peserta mengaku baru menyadari betapa masifnya penyebaran konten berbahaya di internet yang menyasar usia mereka.
Kolaborasi BNPT dan Kementerian Terkait
Program ini melibatkan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sinergi lintas kementerian memperkuat legitimasi dan cakupan program hingga ke pelosok daerah.
Sejumlah fasilitator berasal dari akademisi, praktisi keamanan siber, dan tokoh masyarakat yang kompeten di bidang pencegahan ekstremisme. Para peserta juga mendapatkan pelatihan ketahanan mental ala militer untuk membentuk disiplin dan loyalitas terhadap negara.
Dengan kemah ini, BNPT menargetkan terbentuknya kader-kader muda yang tangguh secara ideologi dan terampil mengenali ancaman terorisme. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap perubahan pola pikir dan perilaku peserta pascakegiatan.
Peserta terpilih nantinya akan menjadi duta bela negara di lingkungannya. Mereka diharapkan bisa meneruskan semangat nasionalisme dan menjadi benteng pertahanan dini melawan infiltrasi radikalisme di era digital yang semakin kompleks.
Comments (0)