Monday, 24 August 2026 | 17:27 WIB

BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa 7,7 M Guncang NTT

BREAKING — BMKG baru saja mencabut peringatan dini tsunami. Keputusan final diumumkan pukul 07.31 WIB. Gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang Nagekeo, NTT, dinyatakan tidak lagi mengancam gelombang be...

Aug 16, 2026 - 10:16
0 2
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa 7,7 M Guncang NTT

BREAKING — BMKG baru saja mencabut peringatan dini tsunami. Keputusan final diumumkan pukul 07.31 WIB. Gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang Nagekeo, NTT, dinyatakan tidak lagi mengancam gelombang besar.

Gelombang tsunami memang terdeteksi. Kenaikan muka air laut tercatat di beberapa titik pantai. Data ini dikonfirmasi langsung oleh petugas pemantau.

BMKG menyatakan peringatan resmi berakhir. Status ini berlaku efektif sejak pukul 07.31 WIB. Masyarakat tidak perlu lagi panik.

Data Ketinggian Gelombang

Berikut daftar lokasi yang tercatat mengalami tsunami. Pengukuran dilakukan berdasarkan pantauan tinggi muka air laut. Data diambil sekitar pukul 07.05 WIB.

  • Maurole, Ende: 0,94 meter pukul 05.27 WIB.
  • Bulukumba: 0,54 meter pukul 05.58 WIB.
  • Pelabuhan Kewapante, Sikka: 0,38 meter pukul 05.16 WIB.
  • Labuan Bajo: 0,36 meter pukul 05.26 WIB.
  • Baubau: 0,30 meter pukul 05.47 WIB.
  • Flores Timur: 0,25 meter pukul 05.24 WIB.
  • Kolaka: 0,23 meter pukul 06.27 WIB.
  • Sikka: 0,19 meter pukul 05.03 WIB.
  • Dompu: 0,17 meter pukul 05.29 WIB.
  • Bakalang, Alor: 0,14 meter pukul 05.41 WIB.

Detail Gempa Pemicu

Guncangan dahsyat bermula pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada 30 kilometer Timur Laut Nagekeo. Kedalaman hanya 15 kilometer.

Koordinat episentrum tepatnya 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. Kedalaman dangkal ini memperkuat potensi ancaman tsunami.

Warga di NTT, NTB, Sulsel, dan Sultra sebelumnya berada dalam kondisi siaga. Peringatan dini sempat berlaku di empat provinsi tersebut.

Saksi mata melaporkan kepanikan di beberapa wilayah pesisir. Evakuasi darurat dilakukan menjelang fajar. Warga mengungsi ke titik aman.

Kini situasi mulai terkendali. BMKG mengkonfirmasi tidak ada lagi ancaman gelombang merusak. Status darurat tsunami resmi berakhir.

Tim tanggap darurat tetap berjaga di lapangan. Pemeriksaan infrastruktur pantai masih berlangsung. Update perkembangan terus disampaikan kepada publik.

Gempa magnitudo 7,7 ini terjadi pada Sabtu dini hari. Getaran kuat dirasakan di berbagai wilayah sekitar Nagekeo. Warga segera berhamburan keluar rumah.

BMKG segera mengeluarkan peringatan dini. Sistem deteksi gelombang laut mulai bekerja. Beberapa menit kemudian tsunami tercatat di pantai.

Gelombang tertinggi muncul di Maurole, Ende. Ketinggian mencapai 94 sentimeter. Angka ini masuk dalam kategori tsunami kecil namun berbahaya.

Wilayah lain seperti Bulukumba mencatat 0,54 meter. Labuan Bajo mengalami kenaikan 0,36 meter. Sikka dan sekitarnya juga terdampak.

Proses evakuasi berjalan cepat. Warga pesisir naik ke daratan tinggi. Petugas membantu arus lalu lintas pengungsian.

Tidak ada laporan kerusakan besar. Namun kewaspadaan tetap diperlukan. Gempa susulan masih mungkin terjadi kapan saja.

BMKG memantau aktivitas tektonik secara intensif. Data dari stasiun seismik terus diperbarui. Masyarakat diminta tetap tenang.

Pencabutan peringatan ini jadi perkembangan penting. Status siaga kini diturunkan. Aktivitas normal perlahan bisa dilakukan.

Petugas gabungan masih berada di garis pantai. Mereka memastikan tidak ada gelombang anomali. Pembersihan puing ringan juga dilakukan.

Warga yang mengungsi mulai pulang. Namun mereka diimbau tetap waspada. Informasi resmi BMKG harus menjadi rujukan utama.

Gempa ini mengingatkan rawan bencana Indonesia. Mitigasi tsunami harus terus ditingkatkan. Edukasi evakuasi harus dilakukan rutin.

BMKG akan merilis update berkala. Data lebih detail sedang disusun. Publik akan mendapat informasi akurat.

Sementara itu, jalur komunikasi darurat tetap aktif. Posko bencana masih siaga 24 jam. Bantuan logistik siap di distribusikan.

Perkembangan terbaru akan terus kami update. Pantau kanal informasi resmi. Jangan percaya kabar yang belum diverifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User