Aug 25, 2026
breaking

BGN Bersih-Bersih: 261 Pegawai Dipecat karena Pelanggaran Berat

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memecat 261 pegawai dalam sebuah langkah pembersihan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN ...

BGN Bersih-Bersih: 261 Pegawai Dipecat karena Pelanggaran Berat

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memecat 261 pegawai dalam sebuah langkah pembersihan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di kantor pusat BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Sudaryono menegaskan bahwa pemecatan massal ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk menegakkan disiplin dan memberantas praktik korupsi yang merusak program gizi nasional. "Kami tidak akan menoleransi satu pun bentuk penyimpangan. Ini adalah pesan keras bagi seluruh jajaran," katanya didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono. Pemecatan ini merupakan hasil investigasi selama enam bulan yang melibatkan audit forensik dan pemeriksaan ribuan dokumen.

Rincian Pelanggaran

Dari total 261 pegawai yang dipecat, 47 orang terlibat kasus korupsi pengadaan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis. Tindakan mereka menyebabkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp12 miliar. Sementara itu, 82 orang terbukti melakukan manipulasi data kehadiran dan menerima gaji tanpa bekerja. Sisanya dipecat karena pelanggaran disiplin berat lainnya, termasuk penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan dokumen.

Audit internal mengungkap bahwa modus korupsi meliputi penggelembungan harga, penerimaan suap dari vendor, dan pengiriman barang fiktif. Sementara manipulasi absensi dilakukan melalui kerja sama dengan oknum pengelola sistem presensi. BGN mencatat bahwa kasus-kasus ini terungkap melalui audit internal yang dilakukan sejak awal tahun 2026. Tim investigasi internal bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup sebelum mengambil tindakan.

Pernyataan Resmi

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa pemecatan ini tidak akan mengganggu operasional program-program prioritas BGN. "Kami telah menyiapkan skema rotasi dan perekrutan pegawai baru untuk mengisi posisi yang kosong. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Trenggono menambahkan bahwa pihaknya akan menyerahkan kasus-kasus pidana kepada aparat penegak hukum. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya. Tidak ada yang kebal hukum," tegasnya.

Dampak dan Tindak Lanjut

Pemecatan massal ini berdampak pada sekitar 4 persen dari total pegawai BGN yang berjumlah sekitar 6.500 orang. Meski demikian, BGN memastikan program penurunan stunting dan distribusi makanan bergizi tidak akan terganggu. Sejumlah posisi strategis yang ditinggalkan akan diisi oleh pejabat pelaksana tugas sementara.

BGN juga mengumumkan pembentukan hotline pengaduan bagi masyarakat dan internal untuk melaporkan dugaan pelanggaran di masa mendatang. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya masalah serupa.

Dengan pemecatan ini, BGN berharap dapat memulihkan kepercayaan publik dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan gizi masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User