Sep 17, 2026
Nasional

Basarnas Pastikan Pencarian Jurnalis Hilang Dioptimalkan Selama Tujuh Hari

JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap jurnalis yang dilaporkan hilang a

Basarnas Pastikan Pencarian Jurnalis Hilang Dioptimalkan Selama Tujuh Hari

JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap jurnalis yang dilaporkan hilang akan dilakukan secara optimal dan terukur. Operasi intensif ini direncanakan berlangsung penuh selama batas standar penanganan darurat, yakni tujuh hari, dengan mengerahkan seluruh potensi SAR lintas instansi.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa seluruh personel gabungan yang berada di lapangan telah diinstruksikan untuk menyisir setiap titik koordinat yang dicurigai menjadi lokasi terakhir korban terdeteksi.

"Kami berkomitmen penuh menjalankan operasi pencarian secara maksimal sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tujuh hari pertama. Seluruh teknologi pemantauan, armada penyisiran, dan tim penyelamat dikerahkan demi mendapatkan hasil terbaik secepat mungkin," tegas Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam keterangannya.

Kronologi dan Skema Penyelamatan di Lapangan

Proses operasi pencarian dilakukan melalui tahapan taktis yang terbagi dalam beberapa sektor pencarian udara, air, dan darat. Berikut adalah rincian tahapan tindakan yang ditempuh oleh Tim SAR Gabungan:

  1. Tahap Pemetaan dan Analisis Titik Awal: Tim SAR menganalisis data pergerakan terakhir korban dan menentukan Search and Rescue Point of Last Seen (LKP) untuk mempersempit area operasi.
  2. Penyisiran Wilayah Prioritas: Membagi personel ke dalam beberapa Unit Siaga SAR (SRU) untuk menjelajahi area medan berat menggunakan peralatan navigasi satelit dan armada khusus.
  3. Penggunaan Teknologi Penginderaan Jauh: Menerjunkan pesawat nirawak (drone) termal dan sistem sonar guna memindai area perairan atau jurang terjal yang sulit dijangkau secara visual langsung.
  4. Koordinasi Bersama Komunitas dan Warga: Melibatkan kelompok relawan, asosiasi pers, serta masyarakat lokal yang memahami seluk-beluk geografis setempat.

Kolaborasi Antarlembaga dan Pengerahan Armada

Dalam operasi pencarian jurnalis ini, Basarnas bertindak sebagai koordinator utama yang mengintegrasikan pergerakan dari berbagai unsur. Langkah koordinasi ini mencakup pengerahan personel terlatih dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga tim SAR relawan independen.

Selain sumber daya manusia, peralatan canggih seperti kendaraan taktis medan off-road, perahu karet bermesin, serta posko kendali terpadu didirikan dekat dengan lokasi pencarian guna memastikan komunikasi darurat berjalan tanpa kendala teknis.

Evaluasi Berkala dan Batas Waktu Operasi SAR

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, periode standar pelaksanaan operasi SAR berlaku selama tujuh hari kalender sejak pelaporan awal diterima. Namun, langkah evaluasi harian terus diperbarui setiap sore hari guna menilai efektivitas rute pencarian.

  • Evaluasi Harian: Memeriksa capaian luas area yang telah disisir dan menganalisis kendala cuaca serta medan.
  • Peluang Perpanjangan: Operasi dapat diperpanjang di luar tujuh hari apabila ditemukan indikasi kuat atau petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
  • Dukungan Terhadap Keluarga: Posko informasi Basarnas memberikan pembaruan berkala secara transparan kepada pihak keluarga jurnalis serta rekan-rekan media yang menanti kepastian.

Basarnas mengimbau masyarakat luas untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau informasi yang belum terverifikasi, serta meminta siapa pun yang memiliki petunjuk valid agar segera melapor ke pos komando terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User