Sep 17, 2026
Nasional

Basarnas Kerahkan Kapal Tetuka Sisir Perairan Anak Krakatau

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan. Memasuki hari kee

Basarnas Kerahkan Kapal Tetuka Sisir Perairan Anak Krakatau

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan. Memasuki hari keempat operasi pada Jumat, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan Kapal Negara (KN) Tetuka untuk menyisir kawasan sekitar Pulau Sertung hingga mendekati radius bahaya Gunung Anak Krakatau.

Fokus operasi kali ini diarahkan pada pencarian 5 orang jurnalis dan 3 awak kapal yang sebelumnya bertolak menuju gugusan kepulauan vulkanik tersebut. Tim SAR berupaya memperluas radius pencarian menyusul ditemukannya sejumlah petunjuk awal arah pergerakan arus laut yang mengarah ke sisi barat daya perairan Banten dan Lampung.

Kronologi Penyisiran di Sekitar Pulau Sertung

Dalam operasi maritim yang berlangsung sejak pagi hari, KN Tetuka bergerak menyusuri rute-rute strategis yang diperkirakan menjadi titik hanyut atau persinggahan darurat kapal korban. Rangkaian pergerakan armada pencarian tercatat sebagai berikut:

  1. Pukul 06.30 WIB: KN Tetuka bertolak dari dermaga pelabuhan penyangga menuju sektor pencarian utama di kawasan gugusan Kepulauan Krakatau.
  2. Pukul 09.15 WIB: Armada tiba di perairan Pulau Sertung dan langsung melakukan pemindaian visual serta sonar di sepanjang garis pantai pulau tak berpenghuni tersebut.
  3. Pukul 11.45 WIB: Setelah menyisir area Sertung tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban, kapal bergeser dan berhenti mengapung sekitar 3 mil laut dari Gunung Anak Krakatau selama kurang lebih satu jam untuk observasi termal dan pemantauan visual jarak dekat.
  4. Pukul 13.30 WIB: Tim SAR memutuskan memperluas sektor pencarian ke arah selatan dan barat daya mengikuti dinamika arus pasang surut laut.

Tantangan Gelombang Tinggi dan Aktivitas Vulkanik

Kondisi di lapangan menghadirkan tantangan berat bagi seluruh personel penyelamat. Selain harus berhadapan dengan gelombang laut yang mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter di Selat Sunda, tim juga wajib mematuhi batas aman pelayaran terkait status vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Penyisiran di sekitar Pulau Sertung dan perairan Krakatau dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Kami tetap menjaga jarak aman pelayaran dari kawah aktif sambil memaksimalkan radar pemantau dan tim teropong visual," ungkap salah satu koordinator misi SAR di atas KN Tetuka.

Pengerahan Armada dan Fokus Koordinat Tambahan

Hingga sore hari, operasi SAR gabungan terus melibatkan berbagai unsur pengamanan maritim guna mempercepat evakuasi. Beberapa armada dan strategi yang dikerahkan meliputi:

  • KN Tetuka Basarnas: Berfungsi sebagai kapal komando pencarian laut lepas dan pusat komunikasi perairan.
  • Rigid Inflatable Boat (RIB): Diterjunkan menyusuri celah karang dan garis pantai dangkal yang tidak dapat dijangkau kapal besar.
  • Pemantauan Udara Terbatas: Memanfaatkan koordinasi patroli udara untuk mendeteksi anomali objek terapung di perairan terbuka.
  • Fokus Koordinat: Meliputi area segitiga antara Pulau Sebesi, Pulau Sertung, dan perairan selatan Ujung Kulon.

Pihak keluarga korban bersama instansi media tempat para jurnalis bertugas terus memantau perkembangan posko utama di dermaga. Basarnas menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh potensi personel, peralatan navigasi, dan dukungan lintas instansi hingga keberadaan seluruh korban berhasil dipastikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User