Bareskrim Tangkap Enam Personel Polres Tangsel Kasus Etomidate
BREAKING — Bareskrim Polri baru saja meringkus enam anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan. Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan kuat penyalahgunaan zat etomidate. Seorang perwir...
BREAKING — Bareskrim Polri baru saja meringkus enam anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan. Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan kuat penyalahgunaan zat etomidate. Seorang perwira yang menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba turut diamankan bersama lima anak buahnya dalam operasi senyap Kamis malam.
Penangkapan Mengejutkan Internal Polri
Operasi dilancarkan tim khusus Bareskrim di sejumlah lokasi berbeda di Tangerang Selatan. Enam polisi tersebut diduga sudah lama menjadi bagian dari jaringan peredaran etomidate. Mereka berperan sebagai pengaman dan pengawal transaksi ilegal zat anestesi itu. Barang bukti berupa puluhan vial etomidate, uang tunai, serta senjata api dinas turut disita.
Kasat Narkoba inisial AKP R disebut-sebut sebagai otak pelindung bisnis gelap ini. Penangkapan ini sontak menjadi tamparan keras bagi Polda Metro Jaya. Kapolres Tangsel belum memberikan pernyataan resmi, namun sumber internal menyebut langkah tegas akan diambil.
Apa Itu Etomidate dan Mengapa Disalahgunakan?
Etomidate adalah obat anestesi intravena yang biasa dipakai untuk induksi tidur singkat sebelum operasi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, zat ini mulai disalahgunakan di kalangan tertentu karena efek euforia ringan dan halusinasi. Penyalahgunaan etomidate tercatat meningkat di berbagai kota besar, membuatnya masuk dalam daftar pengawasan ketat Badan Narkotika Nasional.
Zat ini dijual dalam bentuk cairan dan kerap dikombinasikan dengan alkohol atau obat lain. Penggunaan tanpa pengawasan medis bisa memicu henti napas dan kerusakan otak permanen. Bareskrim menilai peredaran etomidate di Tangsel sudah sangat terorganisasi dan melibatkan oknum aparat.
Peran Enam Polisi dalam Jaringan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam anggota Satresnarkoba tersebut tidak hanya mengamankan transaksi tetapi juga diduga ikut menyuplai etomidate ke sejumlah kelab malam dan pesta pribadi. Mereka menggunakan kendaraan dinas dan atribut kepolisian untuk mengelabui petugas. Modus operandi ini membuat peredaran etomidate leluasa tanpa deteksi selama berbulan-bulan.
“Mereka adalah pengkhianat seragam,” ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya. “Mereka yang seharusnya memberantas justru memakai wewenang untuk melindungi kejahatan.” Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan mendalam di internal Polri.
Langkah Selanjutnya dan Komitmen Bareskrim
Keenam tersangka kini mendekam di Rutan Bareskrim untuk pemeriksaan intensif. Penyidik menerapkan pasal berlapih, termasuk Undang-Undang Narkotika dan Pasal Penyuapan, mengingat aliran dana haram yang diterima. Bareskrim juga sedang mengembangkan penyelidikan ke kemungkinan anggota lain di Polda Metro yang terlibat.
Publik menanti ketegasan institusi. Pengamat kepolisian menilai kasus ini harus menjadi momentum pembersihan internal. “Penangkapan Kasat Narkoba bukan lagi pelanggaran biasa, ini darurat integritas,” komentar seorang akademisi. Bareskrim berjanji tidak akan menutup-nutupi dan akan menindak tegas semua pihak yangterlibat, tanpa pandang pangkat.
Hingga berita ini diturunkan, TIM SAR dan Propam Polri masih melakukan penggeledahan di Mapolres Tangsel. Sejumlah ruangan disegel. Kasus ini diperkirakan akan terus bergulir dan menyeret nama-nama lain.
Comments (0)