Bareskrim Sita 2,3 Ton Sabu dan Amankan 17 Tersangka dalam 72 Jam

JAKARTA — BARU SAJA: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melumpuhkan tiga sindikat besar sekaligus dalam operasi diam-diam 72 jam terakhir. Total 2,3 ton sabu senilai Rp3,4 triliun diam...

Jul 27, 2026 - 23:55
0 0
Bareskrim Sita 2,3 Ton Sabu dan Amankan 17 Tersangka dalam 72 Jam

JAKARTA — BARU SAJA: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melumpuhkan tiga sindikat besar sekaligus dalam operasi diam-diam 72 jam terakhir. Total 2,3 ton sabu senilai Rp3,4 triliun diamankan bersama 17 tersangka. Ini penyitaan sabu terbesar dalam sejarah pemberantasan narkotika sejak awal tahun.

Operasi Diam-diam Berujung Sitaan Besar

Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi pengungkapan ini di depan awak media pagi tadi. Ia menyebut operasi terpisah ini berlangsung simultan di tiga provinsi: Aceh, Riau, dan DKI Jakarta. Satuan elite Bareskrim bergerak tanpa bocor sedikit pun ke publik, mengepung lokasi penyimpanan narkoba yang tersamarkan sebagai gudang sembako.

Brigjen Eko menegaskan bahwa sindikat ini menggunakan rute baru lewat pantai barat Sumatera. Mereka membawa sabu cair yang disembunyikan dalam tangki kapal pengangkut es. Setelah mendarat, bahan tersebut diekstraksi ulang di laboratorium gelap yang ditemukan di Pulo Gadung dan Tangerang. Dua laboratorium tersebut kini disegel penuh.

Fakta Kunci Pengungkapan

  • Barang bukti: 2,3 ton sabu, 127 kg ekstasi, dan 4 mesin cetak pil.
  • Tersangka: 17 orang, termasuk 4 warga negara asing.
  • Aset disita: 9 mobil mewah, 3 kapal, uang tunai Rp21 miliar, dan 5 properti senilai Rp280 miliar.
  • Modus: penyelundupan sabu cair lewat komoditas perikanan.
  • Laboratorium gelap: dua lokasi di Jakarta dan Banten sudah dihancurkan.

Pernyataan Tegas Brigjen Eko

Dalam jumpa pers yang berlangsung singkat, Brigjen Eko Hadi Santoso menyampaikan instruksi langsung dari Kapolri: tidak ada tawar-menawar dengan jaringan narkoba. "Kami akan terus mempersempit ruang gerak mereka. Setiap gram sabu yang masuk, akan kami balas dengan penindakan tanpa ampun," ujarnya dengan nada datar namun menusuk.

Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memburu dua aktor intelektual yang diduga berada di luar negeri. DPO atau daftar pencarian orang telah diterbitkan dan koordinasi dengan Interpol berlangsung malam ini. Satu dari dua buron itu diketahui merupakan residivis yang pernah melarikan diri dari Lapas Nusakambangan pada 2023 lalu.

Ancaman Sabu Cair dan Tantangan Baru

Kepala Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim menjelaskan bahwa sabu cair adalah bentuk baru penyelundupan yang sulit dideteksi anjing pelacak. Zat ini tidak berbau dan dapat dicampurkan ke dalam cairan lain. Setelah tiba di Indonesia, pelaku menggunakan proses kristalisasi ulang dengan bahan kimia yang juga mereka selundupkan terpisah. Dua laboratorium yang digagalkan kemarin memiliki kapasitas produksi 400 kg sabu kristal per minggu.

Menurut Brigjen Eko, pengungkapan ini membuktikan bahwa sindikat narkotika terus berevolusi. "Kami tak boleh lengah walau sehari. Pola mereka semakin maju, metode kamipun harus dua langkah di depan," tambahnya seraya menunjukkan sampel sabu cair yang disimpan dalam botol air mineral biasa.

Langkah Selanjutnya dan Dampak Nasional

Bareskrim kini tengah mengembangkan penyelidikan ke arah kemungkinan keterlibatan oknum aparat di daerah pesisir. Brigjen Eko menyebut audit internal sudah berjalan. Sementara itu, 17 tersangka akan dijerat pasal berlapis termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal mati. Penyitaan 2,3 ton sabu ini juga diproyeksikan menyelamatkan sekitar 11,5 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User