Oknum Polisi Tangsel Diamankan karena Penyalahgunaan Narkoba
BARU SAJA — Seorang anggota aktif Kepolisian Resor Tangerang Selatan resmi diamankan oleh jajaran internal seusai terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Penangkapan ini merupakan hasil op...
BARU SAJA — Seorang anggota aktif Kepolisian Resor Tangerang Selatan resmi diamankan oleh jajaran internal seusai terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Penangkapan ini merupakan hasil operasi pendisiplinan yang digelar secara senyap oleh Bidang Profesi dan Pengamanan.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan berlangsung pada Senin dini hari di sebuah lokasi tertutup di wilayah Ciputat. Tim Propam bergerak berdasarkan hasil penyelidikan intensif yang telah berjalan selama dua pekan terakhir. Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa serpihan kristal yang diduga kuat metamfetamin serta alat hisap yang masih mengandung residu.
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa oknum berpangkat Brigadir tersebut kedapatan menggunakan zat terlarang bersama dua warga sipil. Ketiganya langsung digelandang ke Markas Polres untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urin.
Hasil Tes dan Sanksi Tegas
Hasil laboratorium mengonfirmasi bahwa urine oknum anggota tersebut positif mengandung amfetamin. Temuan ini menjadi dasar pemberkasan untuk proses pidana sekaligus sidang pelanggaran kode etik. Kapolres Tangerang Selatan dalam pernyataan tertulisnya menegaskan tidak akan memberikan toleransi dalam bentuk apa pun.
“Kami akan memproses secara pidana dan etik secara bersamaan. Tidak ada perlindungan bagi personel yang menodai nama baik institusi,” demikian kutipan pernyataan tersebut. Sanksi maksimal yang menanti adalah pemberhentian tidak dengan hormat atau pemecatan dari dinas kepolisian.
Komitmen Pembersihan Internal
Kasus ini menjadi pukulan telak bagi citra Polres Tangerang Selatan yang dalam beberapa bulan terakhir gencar melakukan operasi pembersihan personel nakal. Sebelumnya, dua anggota lain juga telah dijatuhi sanksi serius akibat pelanggaran serupa. Pimpinan wilayah menekankan bahwa rotasi dan pengawasan melekat akan diperketat di seluruh satuan.
Masyarakat diminta terus melaporkan bila menemukan indikasi keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba. Jalur pelaporan dibuka secara daring dan luring dengan jaminan kerahasiaan pelapor. Proses hukum terhadap oknum yang ditangkap dijadwalkan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan dalam waktu dekat.
Comments (0)