JAKARTA — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan titik koordinat bangkai kapal motor (KM) Virgo Transport 8 yang sempat dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Laut Jawa. Saat ditemukan oleh tim patroli udara dan armada pencari laut, kapal pengangkut barang tersebut berada dalam posisi terbalik mengapung di permukaan air dengan sebagian besar badan kapal terendam.
Penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian intensif yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Tim evakuasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) langsung diterjunkan mendekati objek untuk memastikan keberadaan awak kapal (ABK) yang masih belum diketahui nasibnya secara pasti.
Kronologi Hilang Kontak hingga Penemuan Lambung Kapal
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Komando Operasi SAR, kapal pengangkut logistik tersebut awalnya berlayar melintasi rute perairan Laut Jawa sebelum transmisi sinyal darurat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) terdeteksi aktif. Berikut adalah rentetan kronologis peristiwa:
- Laporan Hilang Kontak: Kapal kehilangan komunikasi radio reguler saat melintasi jalur pelayaran utama di tengah kondisi cuaca maritim yang dilaporkan memburuk dengan gelombang tinggi.
- Pemberangkatan Armada Pencari: Basarnas bersama unsur maritim TNI AL mengerahkan kapal patroli cepat serta pesawat intai maritim untuk menyisir area seluas ratusan mil laut persegi.
- Deteksi Visual Udara: Pesawat patroli melihat anomali berupa objek besar berwarna gelap yang mengapung tak wajar pada titik koordinat pencarian prioritas.
- Konfirmasi Temuan: Kapal patroli SAR mendekati lokasi dan mengonfirmasi secara visual bahwa objek tersebut merupakan lambung kapal Virgo Transport 8 yang terbalik.
Fokus Operasi Evakuasi dan Penyelaman Basarnas
Setelah memastikan identitas kapal, fokus utama operasi SAR kini beralih pada upaya pencarian dan penyelamatan para awak kapal. Tim penyelam khusus diterjunkan untuk melakukan penilaian keamanan struktural terhadap bangkai kapal sebelum memutuskan masuk ke ruang kabin atau akomodasi kapal yang berada di bawah permukaan air.
"Prioritas kami saat ini adalah keselamatan kru dan potensi menemukan korban selamat yang mungkin terperangkap di dalam kantung udara (air pocket) lambung kapal. Tim penyelam sudah bersiaga dengan memperhitungkan arus bawah laut serta stabilitas bangkai kapal," tegas Koordinator Misi SAR dalam konferensi persnya.
Kondisi gelombang laut yang mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter serta arus bawah laut yang deras menjadi tantangan krusial bagi para penyelam dalam melakukan manuver inspeksi lambung kapal.
Faktor Penyebab dan Investigasi Lanjutan
Pihak berwenang bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah mengumpulkan data awal terkait penyebab kecelakaan laut ini. Sejumlah faktor kunci yang masuk dalam daftar evaluasi meliputi:
- Kondisi Cuaca Ekstrem: Angin kencang musiman dan gelombang tinggi di Laut Jawa yang berpotensi memicu hempasan kuat pada lambung kapal.
- Stabilitas Muatan: Dugaan pergeseran beban kargo di dalam palka saat diterjang ombak sehingga menyebabkan kapal miring secara mendadak.
- Kelayakan Teknis: Pengecekan riwayat perawatan mesin dan sertifikasi keselamatan berlayar sebelum kapal bertolak dari pelabuhan asal.
Hingga saat ini, area di sekitar bangkai kapal Virgo Transport 8 telah disterilkan dan diberikan penanda navigasi guna mencegah potensi tabrakan laut dengan kapal niaga lain yang melintasi jalur perairan padat tersebut.
Comments (0)