Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Psikolog Ungkap Alasan Perselingkuhan Online Picu Kecemburuan Tinggi

Kemajuan teknologi komunikasi tidak hanya mendekatkan yang jauh, tetapi juga berpotensi merenggangkan hubungan yang dekat. Di era serba digital saat ini, f

JAKARTA — Psikolog Ungkap Alasan Perselingkuhan Online Picu Kecemburuan Tinggi

Kemajuan teknologi komunikasi tidak hanya mendekatkan yang jauh, tetapi juga berpotensi merenggangkan hubungan yang dekat. Di era serba digital saat ini, fenomena perselingkuhan secara daring (cyber infidelity) dan interaksi mikro yang melanggar norma hubungan (micro-cheating) menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hubungan asmara. Ketakutan akan adanya keterlibatan emosional pasangan di dunia maya kerap kali memicu rasa cemburu yang sangat intens dan berlebihan.

Menurut pakar hubungan dan psikolog klinis, interaksi digital sering kali menawarkan ilusi privasi yang menciptakan celah keraguan besar. Seseorang yang merasa pasangannya menghabiskan waktu terlalu banyak di media sosial atau menyembunyikan obrolan pesan singkat dapat mengalami peningkatan hormon stres, yang pada akhirnya memicu perilaku protektif hingga pengawasan berlebihan (stalking).

Dinamika Digital yang Mengikis Kepercayaan Pasangan

Studi terbaru menunjukkan bahwa kecemburuan akibat aktivitas daring bukanlah tanpa alasan mendasar. Sebanyak 68 persen kasus kecemburuan ekstrem di era modern berakar dari aktivitas aplikasi pesan instan dan platform media sosial. Batasan emosional yang sering kali kabur dalam interaksi maya membuat banyak orang merasa terancam keamanannya dalam hubungan.

"Perselingkuhan daring sering kali dianggap lebih berbahaya secara psikologis karena melibatkan ikatan emosional tanpa batasan fisik yang jelas. Ketika kepercayaan retak akibat kerahasiaan digital, respons alami manusia adalah meningkatkan kontrol demi melindungi diri dari rasa sakit," ujar Dr. Intan Permata, M.Psi., seorang psikolog keluarga.

Enam Faktor Utama Pemicu Cemburu Ekstrem menurut Psikologi

Para ahli psikologi mengidentifikasi enam alasan utama mengapa ancaman perselingkuhan online sanggup membangkitkan rasa kecemburuan pada tingkat yang sangat tinggi:

  • Kemudahan Akses dan Anominitas: Media sosial memberikan ruang pribadi yang sangat mudah diakses tanpa sepengetahuan pasangan, sehingga memicu kecurigaan atas kerahasiaan tersebut.
  • Kaburnya Batasan Micro-Cheating: Tindakan kecil seperti menyukai unggahan lama mantan atau mengirim emotikon bernada mesra sering kali ditafsitkan sebagai bentuk ketidaksetiaan emosional.
  • Ilusi Keintiman Instan: Obrolan di ruang pribadi digital menciptakan kedekatan semu yang terjadi sangat cepat, bahkan kadang melebihi interaksi tatap muka.
  • Ketersediaan Pilihan Tanpa Batas: Adanya aplikasi kencan dan media sosial memberikan kesan bahwa pasangan memiliki "pilihan cadangan" yang tidak terbatas di luar sana.
  • Kurangnya Transparansi Digital: Penggunaan kata sandi rahasia atau kebiasaan menutupi layar ponsel dapat memicu paranoia dan kecenderungan mengawasi secara berlebihan.
  • Ancaman terhadap Harga Diri: Mengetahui pasangan berinteraksi hangat dengan orang lain di dunia maya secara langsung merusak rasa aman dan harga diri seseorang.

Navigasi Hubungan: Kontrol Toksik vs Komunikasi Sehat

Untuk menjaga kesehatan mental dan stabilitas hubungan, penting bagi setiap pasangan untuk membedakan antara tindakan pencegahan yang sehat dengan perilaku pengawasan yang toksik. Mengontrol ponsel pasangan secara paksa justru akan merusak fondasi kepercayaan yang tersisa.

Kategori Pengawasan Toksik Komunikasi Sehat
Perilaku Memeriksa ponsel tanpa izin & melarang media sosial Membahas rasa ketidaknyamanan secara terbuka
Fokus Utama Mencari kesalahan dan mengontrol pasangan Mencari solusi dan menetapkan batasan bersama
Dampak Hubungan Meningkatkan kecemasan dan konflik berkepanjangan Memperkuat kepercayaan dan kedekatan emosional

Para psikolog menyarankan agar pasangan menyepakati batasan digital yang jelas sejak awal. Hubungan yang sehat tidak dibangun di atas pengawasan yang ketat, melainkan rasa saling percaya, keterbukaan, serta kemampuan untuk mengungkapkan rasa tidak aman tanpa takut dihakimi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User