TANGERANG — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) beserta empat bandara lainnya di wilayah terdampak resmi dibuka kembali mulai Selasa (8/9) dini hari. Pembukaan operasional ini dilakukan setelah otoritas penerbangan memastikan ruang udara di sekitar bandara telah bersih dan aman dari paparan abu vulkanik yang sempat memicu penutupan sementara.
Sebelumnya, sebaran partikel debu vulkanik sempat memaksa regulator penerbangan menghentikan seluruh aktivitas lepas landas maupun pendaratan guna memitigasi risiko keselamatan. Sejak diputuskan untuk beroperasi kembali, lalu lintas pergerakan pesawat dan alur penumpang di seluruh terminal dilaporkan berangsur pulih dan terkendali.
Verifikasi Ketat Kebersihan Ruang Udara
Keputusan membuka kembali jalur penerbangan diambil setelah serangkaian pengujian terpadu yang melibatkan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Metode pengujian mencakup pemantauan citra satelit cuaca secara berkala hingga paper test di area landasan pacu (runway) untuk memastikan nihilnya endapan material vulkanik.
“Prioritas tertinggi kami adalah keselamatan dan keamanan penerbangan. Setelah evaluasi komprehensif dan uji lapangan membuktikan bahwa sebaran abu vulkanik telah hilang, operasional lima bandara diputuskan untuk dibuka kembali,” ujar juru bicara otoritas kebandarudaraan dalam keterangan resminya.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, empat bandara regional lain yang sempat terdampak kini juga telah melayani kembali penerbangan komersial berjadwal. Seluruh fasilitas sisi udara (airside) seperti landasan pacu, taxiway, dan apron telah melalui proses pembersihan intensif guna mencegah partikel debu masuk ke dalam turbin mesin pesawat.
Normalisasi Jadwal dan Mitigasi Penumpukan Penumpang
Pembukaan kembali operasional bandara langsung diikuti dengan penyesuaian jadwal penerbangan oleh sejumlah maskapai. Untuk mengurai antrean dan keterlambatan penerbangan (delay) imbas penutupan sebelumnya, pengelola bandara menerapkan sejumlah langkah taktis:
- Optimalisasi Slot Penerbangan: Mengatur ulang alokasi waktu lepas landas dan pendaratan agar tidak terjadi kepadatan berlebih di udara maupun darat.
- Penyediaan Layanan Informasi Khusus: Membuka meja bantuan (helpdesk) tambahan di area keberangkatan untuk memfasilitasi proses reschedule maupun refund tiket bagi calon penumpang.
- Pemeriksaan Fisik Armada: Maskapai penerbangan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada pesawat yang sempat terparkir guna menjamin kelayakan terbang.
Kondisi di area ruang tunggu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terpantau mulai tertib. Penumpang yang sempat tertahan pada jadwal penerbangan sebelumnya secara bertahap diberangkatkan menuju kota tujuan masing-masing.
Kewaspadaan Tetap Ditingkatkan 24 Jam
Meskipun operasional telah berjalan normal, pihak pengelola bandara bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan tetap menyiagakan posko mitigasi bencana selama 24 jam penuh. Pemantauan pergerakan arah angin dan potensi aktivitas vulkanik susulan terus dimonitor secara real-time.
Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan terkini melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara, guna menghindari ketidaknyamanan akibat potensi penyesuaian jadwal lebih lanjut.
Comments (0)