Sep 17, 2026
Hukum

BALI — Wayan Koster Minta Masyarakat Pertahankan Nama Nyoman dan Ketut

Ancaman tergerusnya identitas budaya lokal kini menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara terbuka meny

BALI — Wayan Koster Minta Masyarakat Pertahankan Nama Nyoman dan Ketut

Ancaman tergerusnya identitas budaya lokal kini menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya terkait kian langkanya masyarakat yang memberikan nama Nyoman dan Ketut kepada anak-anak mereka. Fenomena ini dinilai sebagai dampak langsung dari keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dua anak yang masif dilaksanakan selama beberapa dekade terakhir. Pernyataan mendesak tersebut disampaikan Koster saat menutup gelaran Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.

Sistem penamaan tradisional Bali secara filosofis mencerminkan urutan kelahiran dalam sebuah keluarga. Anak pertama umumnya diberi nama Wayan, Putu, atau Gede; anak kedua dinamai Made, Kadek, atau Nengah; anak ketiga mendapatkan nama Nyoman atau Komang; sedangkan anak keempat dianugerahi nama Ketut. Ketika mayoritas keluarga di Bali membatasi keturunan hanya hingga dua anak, keberadaan garis nama Nyoman dan Ketut secara otomatis terancam punah dari peta demografi Pulau Dewata.

Pemetaan Wilayah dan Data Dapodik

Kekhawatiran Gubernur Bali bukan tanpa alasan dasar yang kuat. Pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk melakukan pendataan menyeluruh melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pendataan komprehensif ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Hasil analisis data tersebut menunjukkan terdapat disparitas yang cukup signifikan antarwilayah di Bali terkait persentase anak urutan ketiga dan keempat.

Kategori Wilayah Kabupaten/Kota Persentase Nama Nyoman & Ketut
Sangat Rendah Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, Kabupaten Badung Kritis / Sangat Minim
Relatif Tinggi Kabupaten Buleleng, Karangasem, Jembrana Masih Terjaga

Secara khusus, Kabupaten Tabanan mencatatkan persentase paling rendah dalam penggunaan nama Ketut dan Nyoman, disusul oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kondisi ini membuat Koster berencana mengumpulkan para kepala daerah untuk mengintervensi tren tersebut. "Yang rendah itu Tabanan. Paling rendah nih Tabanan ini. Mau tiang mau kumpulin Bupatinya. Denpasar, Badung (juga) nah gitu," tegas Wayan Koster di hadapan para peserta acara.

Langkah Strategis Pertahankan Tradisi Leluhur

Merespons kondisi kritis ini, Koster mengapresiasi langkah cepat Bupati Tabanan yang mulai menggalakkan gerakan penyelamatan penamaan tradisional. Pemerintah Daerah Tabanan kini aktif mendorong warga setempat agar tidak ragu memiliki anak ketiga dan keempat demi mempertahankan eksistensi nama Nyoman dan Ketut dalam keluarga Bali.

"Bupati Tabanan udah gencar dia mempertahankan suku Bali. Harus ada Nyoman dan Ketut. Itu. Mangkin liu ne ngelapor, 'Pak, tiang pun nyampe Ketut niki.' Nah, ayo foto! Demen gati ya! Ada Nyoman-nya, Ketut-nya," ungkap Koster menceritakan antusiasme warga yang bangga memiliki anak hingga urutan Ketut.

Reevaluasi Pola KB demi Pelestarian Identitas

Langkah melestarikan nama Nyoman dan Ketut menjadi bagian dari wacana besar untuk menyesuaikan pola Keluarga Berencana di Bali agar selaras dengan kearifan lokal. Koster menekankan bahwa penataan demografi di Bali tidak boleh merobohkan tatanan kebudayaan yang sudah diwariskan oleh para leluhur selama ratusan tahun.

Jika tren penurunan ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi kebijakan, Bali dikhawatirkan akan kehilangan salah satu pilar identitas budayanya yang paling mendasar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta tokoh adat menjadi kunci utama dalam mengedukasi masyarakat agar tetap bangga merawat tradisi penamaan Bali hingga anak urutan ketiga dan keempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User