Monday, 24 August 2026 | 11:59 WIB

Asap Karhutla Memburuk, Jam Sekolah Banjarbaru Mundur ke Pukul 09.00

BARU SAJA — Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru resmi memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA. Kebijakan itu diumumkan menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang semakin p...

Aug 21, 2026 - 12:32
0 1
Asap Karhutla Memburuk, Jam Sekolah Banjarbaru Mundur ke Pukul 09.00

BARU SAJA — Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru resmi memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA. Kebijakan itu diumumkan menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat menyelimuti kota.

Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat. Kesehatan para pelajar menjadi prioritas utama di tengah memburuknya kualitas udara. Orang tua dan siswa pun diharapkan menyesuaikan jadwal keberangkatan ke sekolah.

Kebijakan Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan memastikan seluruh jenjang sekolah di Banjarbaru mengikuti aturan baru tersebut. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Hanya saja, waktu masuk digeser dari jadwal sebelumnya ke pukul 09.00 WITA.

Kebijakan ini dilaporkan berlaku selama kondisi asap masih tebal. Evaluasi akan dilakukan secara berkala. Jika kualitas udara membaik, jam masuk sekolah dapat kembali normal.

Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah di wilayah terdampak. Setiap satuan pendidikan diminta melaporkan perkembangan kondisi siswa. Data itu menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan berikutnya.

Kualitas Udara Semakin Memburuk

Kabut asap di Banjarbaru dilaporkan semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Jarak pandang menurun drastis, terutama pada pagi hari. Bau asap menyengat tercium hingga ke permukiman warga.

Kondisi ini diperparah oleh titik panas yang terus bermunculan di sejumlah lokasi. Angin membawa asap dari area kebakaran menuju pusat kota. Warga pun mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan.

Paparan asap dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi anak-anak. Sistem pernapasan mereka lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Karena itu, perlindungan ekstra menjadi kebutuhan mendesak.

Respons Sekolah dan Guru

Sejumlah sekolah langsung menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini. Para guru diinstruksikan hadir lebih awal untuk mempersiapkan ruang kelas. Kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan upacara ditiadakan sementara.

Pembelajaran di dalam kelas tetap berlangsung seperti biasa. Sekolah juga menyiapkan ruangan yang lebih tertutup untuk mengurangi masuknya asap. Ventilasi diatur ulang agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Para guru diimbau memantau kondisi kesehatan siswa secara intensif. Jika ada pelajar yang menunjukkan gejala batuk atau sesak napas, penanganan cepat harus dilakukan. Sekolah berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

Imbauan bagi Orang Tua

Orang tua diminta membekali anak dengan masker sebelum berangkat sekolah. Penggunaan masker wajib selama perjalanan dan saat berada di lingkungan sekolah. Langkah sederhana ini dinilai efektif mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Dinas Pendidikan juga mengingatkan agar orang tua memantau kondisi anak di rumah. Jika anak mengalami keluhan kesehatan, sebaiknya tidak dipaksakan ke sekolah. Istirahat di rumah menjadi pilihan terbaik untuk pemulihan.

Warga pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi yang harus beraktivitas, hindari area dengan kepadatan asap tertinggi. Perbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh.

Perkembangan Penanganan Karhutla

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Pemadaman dari udara dan darat dikerahkan untuk menjangkau titik api. Namun, luasnya area terdampak membuat penanganan membutuhkan waktu.

Pemerintah daerah menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi. Masyarakat diminta ikut berperan dengan tidak membakar lahan. Pelaporan titik api juga dipermudah melalui kanal pengaduan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, kebijakan jam masuk pukul 09.00 WITA masih berlaku. Perkembangan lebih lanjut akan diumumkan segera setelah ada ketersediaan data terbaru. Warga diimbau tetap siaga dan mengikuti arahan resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User