Monday, 24 August 2026 | 08:12 WIB

Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Banjarbaru Mulai Mengungsi

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali menyelimuti Kota Banjarbaru. Kondisi udara pada Sabtu (22/8) pagi tercatat jauh lebih pekat dibandingkan beberapa hari ter...

Aug 24, 2026 - 06:35
0 0
Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Banjarbaru Mulai Mengungsi

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali menyelimuti Kota Banjarbaru. Kondisi udara pada Sabtu (22/8) pagi tercatat jauh lebih pekat dibandingkan beberapa hari terakhir. Ratusan warga pun mulai meninggalkan rumah menuju lokasi yang lebih aman.

Warga Berbondong Keluar dari Zona Terdampak

Perpindahan warga berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Mereka membawa barang seadanya, dokumen penting, serta anak-anak dan lansia. Sebagian besar menuju rumah kerabat di kawasan pinggiran kota yang dinilai memiliki sirkulasi udara lebih baik.

Sejumlah saksi mata di lapangan menyebut arus kendaraan menuju arah utara dan timur kota meningkat drastis. Pengungsian ini bersifat sementara dan bukan evakuasi paksa. Pemerintah kota menyebut langkah tersebut sebagai antisipasi warga terhadap memburuknya kualitas udara.

  • Sabtu (22/8): tingkat kepadatan asap tertinggi dalam sepekan terakhir
  • Ratusan keluarga: dilaporkan pindah sementara ke luar pusat kota
  • Zona terparah: permukiman padat di sisi selatan dan barat Banjarbaru

Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Pengukuran kualitas udara di beberapa titik menunjukkan angka partikel halus (PM2.5) yang melampaui ambang normal. Jarak pandang di sejumlah jalan utama juga menyusut drastis pada pagi hari. Kendaraan bermotor terpaksa melaju pelan dengan menyalakan lampu utama.

Dinas terkait mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker kini diwajibkan bagi siapa pun yang keluar rumah. Sekolah di daerah terdampak mulai menyesuaikan jam belajar demi melindungi siswa.

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan titik api di sejumlah lokasi. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau area gambut yang sulit dilalui darat. Namun, angin kencang membuat penyebaran asap tetap meluas ke pemukiman.

Upaya Darurat dan Penanganan Karhutla

Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat karhutla di wilayah yang terdampak. Posko pengungsian darurat disiapkan untuk menampung warga yang membutuhkan tempat berlindung. Masker, air bersih, dan layanan kesehatan gratis disediakan di titik pengungsian.

Tim gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan ke titik rawan. Mereka fokus pada pemadaman di lahan gambut yang berpotensi menyala kembali. Patroli udara dilakukan setiap hari untuk memantau perkembangan titik panas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat kabut asap. Namun, sejumlah warga dengan gangguan pernapasan telah mendapat penanganan di puskesmas terdekat. Dinas kesehatan mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan batuk dan iritasi mata.

Warga Diminta Tetap Siaga

Pemerintah mengimbau warga yang masih bertahan di rumah untuk menutup rapat jendela dan pintu. Penggunaan alat pembersih udara serta minum air yang cukup disarankan untuk menjaga kesehatan. Aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dihindari hingga kualitas udara membaik.

Warga juga diminta melaporkan segera jika menemukan titik api baru di sekitar permukiman. Nomor darurat karhutla telah disiarkan melalui pengeras suara di tiap kelurahan. Pelaporan cepat dinilai kunci untuk mencegah api meluas ke pemukiman.

Perkembangan terakhir menyebutkan tim darurat berhasil mengendalikan beberapa titik api di kawasan terbuka. Namun, asap tebal masih membumbung dari sejumlah lahan gambut yang terbakar. Proses pendinginan tanah gambut dipastikan memakan waktu lebih lama.

Prediksi Cuaca Belum Mendukung

Badan meteorologi setempat memperkirakan hujan belum akan turun dalam beberapa hari ke depan. Kondisi kering dan angin kencang berpotensi memperparah penyebaran asap. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya soal api, tetapi juga ancaman kesehatan jangka panjang. Kabut asap yang pekat dapat memicu penyakit pernapasan akut jika dibiarkan berkepanjangan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak bahu-membahu memadamkan api sejak dini.

Warga yang telah mengungsi berharap penanganan karhutla segera membuahkan hasil. Mereka ingin kembali ke rumah dalam kondisi udara yang aman. Sementara itu, tim gabungan terus bekerja tanpa henti mengendalikan titik api di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User