Monday, 24 August 2026 | 19:20 WIB

Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

BARU SAJA — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kualitas udara di ibu kota provinsi itu dilaporkan masuk kategori berbahaya dan te...

Aug 24, 2026 - 17:21
0 0
Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

BARU SAJA — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kualitas udara di ibu kota provinsi itu dilaporkan masuk kategori berbahaya dan terus memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di sejumlah kecamatan menunjukkan jarak pandang menurun drastis sejak pagi hari. Warga mengeluhkan bau asap yang menyengat di berbagai titik kota.

Kategori berbahaya berarti tingkat pencemaran udara dianggap tidak sehat bagi semua kelompok usia. Kondisi ini bukan hanya mengancam kelompok rentan, tetapi seluruh masyarakat.

Indeks kualitas udara menembus ambang darurat

Berdasarkan hasil pemantauan alat ukur, konsentrasi partikel halus PM2,5 di Palembang melonjak jauh melampaui ambang normal. Partikel halus menjadi indikator utama penilaian tingkat pencemaran udara.

Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sejumlah stasiun pemantau menembus level yang memicu peringatan darurat. Data ini terus diperbarui secara berkala oleh petugas.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi keharusan bagi siapa saja yang tetap beraktivitas di ruang terbuka.

Beberapa kantor dan instansi mulai menerapkan kebijakan bekerja dari dalam ruangan. Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko paparan asap bagi karyawan.

Pemicu utama kebakaran lahan

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dipicu musim kemarau berkepanjangan. Lahan gambut yang mengering menjadi bahan bakar utama penyebaran api.

Sebagian besar titik panas terdeteksi di wilayah kabupaten sekitar Palembang. Arah angin membawa asap menuju pusat kota sehingga polutan terakumulasi di area permukiman.

Data satelit mendeteksi ratusan titik panas di Provinsi Sumatera Selatan dalam sepekan terakhir. Jumlah ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

Kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan memperlambat proses pengendalian api. Asap dari pembakaran di bawah permukaan dapat bertahan hingga berhari-hari.

Dampak terhadap kesehatan warga

Paparan asap dalam waktu lama dapat memicu iritasi mata, gangguan pernapasan, dan memperparah penyakit kronis. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi kelompok paling rentan.

Sejumlah fasilitas kesehatan melaporkan peningkatan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut. Angka kunjungan diperkirakan terus bertambah selama kabut asap belum reda.

Dinas kesehatan mengaktifkan posko kesehatan di beberapa titik strategis. Layanan ini menyediakan pemeriksaan medis dan pembagian masker bagi warga.

Warga dengan riwayat asma dan penyakit paru diminta tidak menunda pemeriksaan. Gejala sesak napas yang memburuk harus segera mendapat penanganan medis.

Upaya pemadaman dan penegakan hukum

Tim gabungan diterjunkan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran. Operasi pemadaman difokuskan pada lahan gambut yang api-nya menyebar di bawah permukaan tanah.

Pemadaman melalui udara juga dilakukan menggunakan teknik water bombing. Pesawat patroli diterbangkan untuk memantau pergerakan titik panas secara berkala.

Penegakan hukum terhadap pembakar lahan terus digencarkan. Pelaku pembakaran hutan dan lahan terancam sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan di lingkungan sekitar. Pelaporan dapat dilakukan melalui kanal pengaduan resmi yang disediakan pemerintah.

Status siaga dan imbauan resmi

Pemerintah daerah menyatakan status siaga darurat karhutla masih diberlakukan. Status ini mempermudah koordinasi lintas instansi dalam penanganan kebakaran dan dampaknya.

Sekolah diimbau membatasi kegiatan belajar di luar kelas. Kegiatan olahraga dan upacara di lapangan terbuka untuk sementara ditiadakan.

Warga diminta memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi. Data pemantauan diperbarui setiap jam oleh tim terkait.

Rumah disarankan dijaga tetap tertutup guna mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Penggunaan penjernih udara dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Perkembangan terkini

Hingga berita ini ditulis, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Palembang. Jarak pandang di beberapa titik dilaporkan kembali menurun pada sore hari.

Tim pemantau terus memperbarui data kualitas udara dan kondisi titik panas. Hasil pantauan akan menjadi dasar penentuan kebijakan selanjutnya.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kecepatan informasi menjadi kunci agar warga dapat melindungi diri dari dampak kabut asap.

Perkembangan terbaru mengenai kondisi udara Palembang akan diperbarui pada pemberitaan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User