AS Lancarkan Serangan Gelombang Ketiga ke Iran Pasca Insiden Hormuz

BREAKING NEWS — Militer Amerika Serikat mengonfirmasi pelaksanaan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (11/7) pagi. Ini merupakan gelombang ketiga dalam sepekan, menandai eskalasi...

Jul 12, 2026 - 11:06
0 0
AS Lancarkan Serangan Gelombang Ketiga ke Iran Pasca Insiden Hormuz

BREAKING NEWS — Militer Amerika Serikat mengonfirmasi pelaksanaan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (11/7) pagi. Ini merupakan gelombang ketiga dalam sepekan, menandai eskalasi dramatis pasca insiden di Selat Hormuz.

Operasi Serangan Terbaru

Pentagon menyatakan operasi yang dijuluki "Pembalasan Tegas" itu melibatkan puluhan jet tempur dan pembom strategis. Sasaran utama adalah fasilitas komando dan kendali serta infrastruktur rudal balistik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

  • Pesawat B-2 Spirit dikerahkan untuk menghancurkan bunker bawah tanah di Provinsi Kerman.
  • Kapal perusak USS Arleigh Burke menembakkan lebih dari 30 rudal Tomahawk ke pangkalan angkatan laut Bandar Abbas.
  • Pesawat nirawak MQ-9 Reaper menargetkan gudang amunisi di Pulau Qeshm.

Kronologi Eskalasi

Gelombang pertama terjadi Selasa malam, menyusul insiden di mana kapal perang AS diserang oleh perahu cepat IRGC di dekat Selat Hormuz. Gelombang kedua dilancarkan Kamis dini hari, memusatkan perhatian pada situs pertahanan udara Iran di Bushehr.

Sabtu pagi, serangan gelombang ketiga difokuskan pada target lebih dalam di wilayah Iran, menandakan perluasan zona konflik. Pejabat militer menyebut operasi ini "presisi dan proporsional", tetapi para saksi di kota pelabuhan melaporkan ledakan besar dan kebakaran hebat.

Konteks Insiden Hormuz

Ketegangan memuncak sejak Senin (6/7) ketika IRGC diduga merampas dua kapal tanker minyak berbendera AS di perairan internasional. Kapal perusak USS McFaul merespons, tetapi situasi memburuk dengan saling tembak yang melukai empat pelaut Amerika.

Washington menuduh Tehran sengaja memprovokasi gangguan pelayaran vital dunia. "Ini tindakan terorisme negara," tegas Menteri Pertahanan AS dalam pernyataan resmi. Iran membantah dan menyebut operasi penyitaan sebagai tindakan rutin sesuai hukum internasional.

Reaksi dan Dampak

Teheran segera mengecam gelombang serangan sebagai "deklarasi perang" dan berjanji membalas dengan keras. Sistem pertahanan udara Iran dikabarkan menembak jatuh dua pesawat nirawak AS, klaim yang belum diverifikasi Pentagon.

Tanda-tanda darurat terlihat di seluruh negeri: sekolah dan kantor pemerintah ditutup, sementara rumah sakit bersiaga penuh. Saksi mata di Kerman melaporkan kepanikan massal saat sirene serangan udara meraung.

Dampak korban:

  • Belasan personel militer Iran dilaporkan tewas, termasuk seorang komandan senior IRGC.
  • Sedikitnya 30 warga sipil terluka akibat serpihan rudal di Bandar Abbas.
  • Kerusakan infrastruktur kritis diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Respons Internasional

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat Minggu pagi. Rusia dan China mengutuk agresi AS, sementara negara-negara Teluk meningkatkan kesiagaan militer. Harga minyak mentah dunia langsung meroket 12% dalam perdagangan awal pekan.

Para analis keamanan memperingatkan bahwa gelombang serangan ini bisa menyeret kawasan ke dalam perang terbuka. "Ini melampaui konflik proksi biasanya," kata seorang peneliti senior di Middle East Institute.

Militer AS belum mengumumkan apakah akan ada gelombang keempat, tetapi mengatakan "semua opsi tetap tersedia" selama Iran terus mengancam kebebasan navigasi di jalur air strategis.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User