Sep 17, 2026
Hukum

Apple Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi 'Lake America'

WASHINGTON — Apple secara resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America" pada versi web Apple Maps, menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donal

Apple Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi 'Lake America'

WASHINGTON — Apple secara resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America" pada versi web Apple Maps, menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang mengganti nama danau tersebut. Langkah ini memicu perdebatan luas di kalangan publik dan pakar geografi.

Keputusan Kontroversial dari Gedung Putih

Pada pekan lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America". Perintah itu disebut sebagai bagian dari upaya "memperkuat identitas nasional" dan "menghormati warisan Amerika". Dalam pidatonya, Trump menyatakan, "Danau ini adalah simbol keagungan Amerika, dan sudah saatnya namanya mencerminkan kebesaran negara kita."

"Kami tidak bisa membiarkan nama asing terus melekat pada perairan yang menjadi kebanggaan bangsa. Lake America akan menjadi nama baru yang membangkitkan semangat patriotisme," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Meskipun perintah eksekutif tersebut belum diratifikasi oleh Kongres, Apple bergerak cepat untuk menyesuaikan peta digitalnya. Perubahan itu langsung terlihat pada Apple Maps versi web pada hari Senin, meskipun aplikasi seluler masih menampilkan nama lama. Seorang juru bicara Apple menyatakan, "Kami selalu mengikuti perubahan resmi yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Perintah eksekutif presiden adalah dasar hukum yang sah untuk pembaruan peta kami."

Reaksi Publik dan Pakar

Keputusan ini menuai kritik tajam dari sejarawan, ahli geografi, dan masyarakat luas. Danau Ontario adalah salah satu dari lima Danau Besar Amerika Utara, yang berbagi perbatasan dengan Kanada. Nama "Ontario" berasal dari bahasa Huron yang berarti "danau yang indah" atau "perairan yang berkilau". Banyak yang menganggap perubahan itu menghapus warisan budaya penduduk asli.

Profesor Michael Green dari Universitas Michigan mengatakan, "Ini adalah langkah yang tidak berdasar secara sejarah. Nama geografis bukanlah properti yang bisa diubah begitu saja dengan perintah eksekutif. Ada proses panjang yang melibatkan komunitas lokal, badan geografi nasional, dan bahkan kesepakatan internasional dengan Kanada."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Lisa Martinez, menyatakan kekecewaannya. "Danau Ontario adalah perairan bersama antara Amerika Serikat dan Kanada. Setiap perubahan nama harus melalui konsultasi bilateral. Tindakan sepihak ini tidak dapat diterima dan kami akan mengambil langkah diplomatik yang diperlukan."

Dampak pada Peta Digital dan Pengguna

Perubahan pada Apple Maps memicu kebingungan di kalangan pengguna. Banyak yang melaporkan bahwa nama baru muncul di desktop tetapi tidak di perangkat seluler. Seorang pengguna Twitter menulis, "Saya melihat 'Lake America' di laptop, tapi di iPhone masih 'Lake Ontario'. Apple tidak konsisten!"

Para ahli teknologi menilai langkah ini sebagai preseden berbahaya. "Jika perusahaan teknologi besar seperti Apple mengikuti perintah eksekutif yang kontroversial, mereka bisa menjadi alat politik untuk menulis ulang geografi sesuai keinginan penguasa," kata Dr. Anita Wong, pakar kebijakan digital dari Stanford University.

"Kami tidak bisa membiarkan peta digital menjadi medan perang ideologi. Nama tempat memiliki makna historis dan budaya yang harus dihormati," tambah Wong.

Apple belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana pembaruan di aplikasi seluler. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa perusahaan sedang meninjau dampak hukum dari perubahan tersebut, mengingat keberatan dari Kanada dan kelompok masyarakat adat.

Konteks Historis dan Hukum

Perubahan nama geografis di Amerika Serikat biasanya melalui United States Board on Geographic Names (BGN), sebuah badan federal yang bertugas menstandarisasi nama tempat. Prosesnya memerlukan penelitian, konsultasi publik, dan persetujuan dari pejabat setempat. Namun, perintah eksekutif presiden dapat mengesampingkan prosedur normal jika menyangkut "kepentingan nasional".

Ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan perintah eksekutif untuk mengubah nama. Sebelumnya, ia pernah memerintahkan penggantian nama Gunung McKinley menjadi Denali, meskipun kemudian dibatalkan oleh pengadilan. Kasus Danau Ontario ini diprediksi akan berujung pada gugatan hukum dari berbagai pihak.

Beberapa poin kunci terkait kontroversi ini:

  • Danau Ontario adalah yang terkecil dari lima Danau Besar, dengan luas sekitar 18.960 km persegi.
  • Nama "Ontario" telah digunakan sejak abad ke-17 oleh penjelajah Eropa yang mengadopsi istilah penduduk asli.
  • Perubahan nama ini melanggar perjanjian perbatasan perairan AS-Kanada tahun 1909.
  • Apple Maps memiliki sekitar 35% pangsa pasar peta digital di AS, setelah Google Maps.

Tanggapan dari Kanada dan Komunitas Internasional

Pemerintah Kanada melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan tersebut. "Kami menganggap serius kedaulatan geografis bersama. Danau Ontario bukanlah properti eksklusif Amerika Serikat. Kami akan mengajukan protes resmi ke PBB dan organisasi geografi internasional," bunyi pernyataan itu.

Sementara itu, kelompok-kelompok penduduk asli Amerika, seperti Haudenosaunee Confederacy, juga menyuarakan protes. "Nama Ontario adalah warisan leluhur kami. Menghapusnya sama dengan menghapus keberadaan kami dari peta," kata Chief Leonard Jacobs, pemimpin suku Seneca.

Di media sosial, tagar #SaveLakeOntario dan #LakeAmericaIsWrong menjadi tren di Twitter. Banyak yang menuntut Apple untuk menarik kembali perubahan tersebut dan menghormati proses hukum yang berlaku.

Analisis: Langkah Politik atau Kesalahan Teknis?

Beberapa analis politik menilai langkah Trump ini sebagai upaya mengalihkan perhatian dari isu-isu domestik yang pelik. "Ini adalah politik identitas yang dangkal. Mengganti nama danau tidak akan menyelesaikan masalah inflasi atau krisis perbatasan," ujar Dr. James Carter, pengamat politik dari American University.

Namun, ada juga yang melihatnya sebagai strategi untuk memperkuat basis pemilih di kawasan Great Lakes. "Trump mencoba menunjukkan bahwa ia peduli dengan simbol-simbol Amerika. Tapi dampaknya justru memicu ketegangan dengan Kanada dan komunitas adat," tambah Carter.

Apple sendiri berada dalam posisi sulit. Jika mempertahankan perubahan, perusahaan akan menghadapi tekanan diplomatik dan boikot. Jika menariknya, bisa dianggap menentang presiden. "Apple harus mempertimbangkan reputasi globalnya. Langkah ini bisa berbahaya bagi bisnis mereka di Kanada dan Eropa," kata analis teknologi Sarah Lim.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi apakah Google Maps atau platform lain akan mengikuti langkah Apple. Google sejauh ini menyatakan akan menunggu keputusan hukum yang final.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User