JAKARTA — Aparat keamanan langsung menggelar apel siaga darurat hanya beberapa jam setelah bentrokan pecah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2025). Langkah cepat ini diambil untuk mencegah eskalasi susulan.
Bentrokan melibatkan dua kelompok massa tak dikenal di Jalan Diponegoro sekitar pukul 14.00 WIB. Saksi mata melaporkan lemparan batu dan petasan mewarnai insiden yang berlangsung hampir 30 menit.
Warga sekitar, Anita (35), mengaku panik. “Saya langsung menyuruh anak-anak masuk rumah. Suara petasan seperti bom,” tuturnya.
Kronologi Bentrokan
Menurut keterangan polisi, kericuhan dipicu perselisihan antara warga dengan sekelompok orang yang diduga anggota ormas. Kedua pihak nyaris bentrok fisik sebelum polisi tiba.
“Kami mengerahkan 200 personel gabungan untuk melerai dan mengamankan area,” ujar Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hendra Gunawan, di lokasi.
Akibat insiden ini, sejumlah kendaraan rusak dan dua orang luka ringan. Tidak ada korban jiwa. Arus lalu lintas di Jalan Diponegoro lumpuh total selama satu jam.
Kapolres juga menemukan senjata tajam dan botol kaca yang digunakan massa. “Kami amankan barang bukti untuk penelusuran lebih lanjut,” imbuhnya.
Apel Siaga dan Pengamanan
Pascabentrokan, Polres Jakarta Pusat langsung menggelar apel siaga di Mapolres Menteng. Apel dipimpin Kapolres dan diikuti 500 personel gabungan: polisi, Satpol PP, dan TNI.
“Ini langkah preventif agar tidak terjadi bentrokan susulan. Kami akan patroli ketat di seluruh titik rawan di Menteng,” tegas Hendra.
Berikut poin penting apel siaga:
- 500 personel dikerahkan dalam patroli malam hingga subuh
- 4 titik penyekatan didirikan di Jalan Diponegoro, Jalan Surabaya, Jalan Cikini, dan Taman Menteng
- Jam malam terbatas mulai pukul 22.00 WIB
- Massa dilarang berkumpul lebih dari 10 orang tanpa izin
Satpol PP Jakarta Pusat juga turun tangan. “Kami kerahkan 150 personel untuk bantu pengamanan dan penertiban,” ujar Kepala Satpol PP Rudi Hartono.
Polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mediasi darurat. Tokoh agama dan pemuda dilibatkan untuk mendinginkan suasana.
Aktivitas warga berangsur normal meski ketegangan masih terasa. Toko-toko di Jalan Diponegoro kembali buka setelah sempat tutup.
Kamera pengawas di sekitar lokasi diaktifkan penuh untuk memantau pergerakan massa. Satuan Brimob disiagakan di sudut strategis.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi palsu yang bisa memanas-manasi situasi. Apel siaga serupa akan digelar setiap hari hingga situasi benar-benar stabil.
Hingga berita ini diturunkan, situasi kondusif tetapi siaga penuh dipertahankan. Warga diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Kapolres menambahkan, penyelidikan terus berjalan. “Kami sudah kantongi identitas sejumlah terduga, akan segera ditangkap,” pungkasnya.
Comments (0)