Sep 18, 2026
Nasional

ANTHROPIC — Peretas Manfaatkan AI Claude Curi Data 1,8 Juta Aplikasi

Dunia teknologi kembali diguncang oleh kabar mengkhawatirkan terkait penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan pengembang AI ternama, Anthropic, se

ANTHROPIC — Peretas Manfaatkan AI Claude Curi Data 1,8 Juta Aplikasi

Dunia teknologi kembali diguncang oleh kabar mengkhawatirkan terkait penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan pengembang AI ternama, Anthropic, secara resmi membongkar praktik kejahatan siber berskala besar di mana model AI andalan mereka, Claude, dimanfaatkan oleh peretas untuk mengekstraksi data sensitif dari jutaan ekosistem seluler. Laporan ini menegaskan bahwa teknologi cerdas kini tidak hanya menjadi alat efisiensi kerja, tetapi juga senjata mematikan di tangan aktor jahat.

Tak tanggung-tanggung, aksi peretasan tersebut berhasil menargetkan 1,8 juta aplikasi Android di seluruh dunia. Para peretas memanfaatkan kemampuan analisis kode berkecepatan tinggi milik Claude untuk menemukan celah keamanan, mengidentifikasi kunci API yang tersembunyi, serta mencuri kredensial rahasia yang tersimpan di dalam repositori aplikasi tersebut.

Ancaman Siber Berbasis Artificial Intelligence

Evolusi ancaman siber kini telah memasuki babak baru. Jika sebelumnya proses pembongkaran kode (reverse engineering) membutuhkan waktu berminggu-minggu, pemanfaatan model bahasa besar (LLM) seperti Claude memungkinkan peretas mengotomatisasi pencarian kerentanan dalam hitungan menit. Peretas menyusupkan instruksi khusus atau jailbreak prompt untuk mengakali batasan keamanan bawaan sistem AI tersebut.

"Kami mendeteksi adanya pola penggunaan abnormal yang mengeksploitasi kemampuan pemrosesan bahasa alami Claude untuk memindaikode sumber aplikasi secara masif. Ini adalah peringatan keras bagi seluruh industri kecerdasan buatan," ungkap perwakilan tim keamanan Anthropic dalam laporan resminya.

Dampak dari peretasan ini sangat masif. Kredensial rahasia dari 1,8 juta aplikasi Android yang bocor berpotensi membuka akses tanpa izin ke basis data pengguna, server eksternal, hingga data transaksi finansial. Para pakar menilai bahwa kebocoran ini merupakan salah satu insiden keamanan berbasis AI terbesar yang pernah terungkap ke publik.

Keterlibatan Kelompok Spionase Rusia dan Tiongkok

Analisis mendalam dari Anthropic menunjukkan fakta yang lebih mengkhawatirkan. Serangan ini tidak hanya dilakukan oleh peretas amatir, melainkan melibatkan kelompok peretas tingkat tinggi (state-sponsored hackers) yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia dan Tiongkok. Aktivitas mereka mencakup operasi spionase siber berskala global untuk mengumpulkan data intelijen geopolitik dan ekonomi.

Berikut adalah perbandingan antara karakteristik serangan siber tradisional dengan serangan berbasis AI yang terdeteksi dalam kasus ini:

Metode Serangan Waktu Analisis Kode Skala Target Tingkat Otomatisasi
Peretasan Tradisional Hari hingga Minggu Terbatas / Spesifik Manual / Script Sederhana
Serangan Berbasis AI (Claude) Hitungan Detik/Menit 1,8 Juta Aplikasi Otomatis & Adaptif

Kelompok peretas asal Rusia dan Tiongkok tersebut disinyalir memanfaatkan AI untuk memetakan infrastruktur kritis serta mengintai data pengguna di negara-negara Barat dan Asia Tenggara. Penyalahgunaan kecanggihan AI ini memperlihatkan betapa rentannya batas keamanan digital ketika berhadapan dengan otomasi kecerdasan buatan.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Pengembang

Menanggapi temuan ini, Anthropic langsung mengambil tindakan tegas dengan memblokir akun-akun yang teridentifikasi melakukan aktivitas jahat serta memperketat sistem filter keamanan pada model Claude. Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas keamanan siber global dan Google untuk memitigasi dampak pada ekosistem Android.

Para pengembang aplikasi Android kini diimbau keras untuk segera melakukan audit keamanan internal. Langkah utama yang harus dilakukan adalah menghapus seluruh kunci rahasia (hardcoded secrets) dari kode sumber aplikasi serta memperbarui enkripsi data guna mencegah eksploitasi lanjutan di masa mendatang.

Penyalahgunaan AI Claude berhasil mengoyak keamanan 1,8 juta aplikasi Android. Laporan keamanan mengonfirmasi keterlibatan kelompok spionase siber asal Rusia dan Tiongkok. Simak ulasan lengkapnya hanya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User