Oct 10, 2026
breaking

Anak Minta Makan Usai Gosok Gigi, Ahli Ungkap Pemicu Sebenarnya

BREAKING — Anak tiba-tiba bilang lapar setelah gosok gigi dan siap tidur. Orang tua diminta waspada. Ini bisa sinyal kebutuhan lain, bukan sekadar rasa lapar.Psikolog klinis anak mengonfirmasi fenom...

Anak Minta Makan Usai Gosok Gigi, Ahli Ungkap Pemicu Sebenarnya

BREAKING — Anak tiba-tiba bilang lapar setelah gosok gigi dan siap tidur. Orang tua diminta waspada. Ini bisa sinyal kebutuhan lain, bukan sekadar rasa lapar.

Psikolog klinis anak mengonfirmasi fenomena ini sering terjadi. Anak benar-benar bisa merasa lapar. Namun pada sebagian anak, permintaan makan muncul saat mereka lelah berat. Kondisi itu memicu kebutuhan rasa aman dan koneksi dengan orang tua.

"Anak bisa jadi memang sedang lapar, tapi pada sebagian anak mereka bisa saja sedang capek banget," ujar psikolog Kezia Raraseda D, M.Psi., Psikolog, dikonfirmasi Rabu (23/9).

Artinya, kata "aku lapar" tak selalu soal perut kosong. Bisa jadi kode minta ditemani. Bisa jadi sinyal butuh perhatian sebelum tidur. Orang tua wajib jeli membaca situasi.

Kenali Pola Berulang

Menurut Kezia, kunci utama adalah mengamati pola. Jika anak berulang kali minta makan setelah seluruh rutinitas tidur selesai, curigai ada kebutuhan lain. Bisa ingin ditemani. Bisa ingin interaksi lebih lama dengan orang tua.

"Coba tanya, kamu saat ini sedang benar-benar lapar atau memang pengin ditemani Mama?" saran Kezia.

Pertanyaan sederhana ini punya dua fungsi penting. Pertama, membantu anak mengenali emosinya sendiri. Kedua, memberi ruang bagi orang tua memahami kebutuhan anak secara tepat.

Jangan langsung menolak. Jangan juga langsung memberi makan. Respons tergesa bisa memperkuat pola serupa di kemudian hari.

Bahaya Jika Salah Respons

Jika anak selalu diberi makan setiap kali minta setelah gosok gigi, kebiasaan ini bisa menetap. Risiko lain: kesehatan gigi terganggu. Sisa makanan setelah menyikat gigi memicu plak dan karies.

Sebaliknya, jika anak selalu dimarahi, kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi. Anak bisa merasa diabaikan. Dampaknya bisa muncul dalam bentuk perilaku lain, seperti rewel berlebihan atau sulit tidur.

Karena itu, orang tua perlu membedakan dua hal. Lapar fisik versus lapar emosional. Keduanya nyata. Keduanya butuh penanganan berbeda.

Bangun Rutinitas Tidur Konsisten

Kezia menekankan pentingnya rutinitas sebelum tidur yang teratur. Rutinitas memberi rasa aman pada anak. Anak tahu apa yang akan terjadi. Anak merasa terkendali.

Rutinitas bisa berupa rangkaian sederhana. Mandi sore, makan malam, sikat gigi, baca buku, lalu tidur. Urutan yang konsisten membantu tubuh dan pikiran anak bersiap istirahat.

Jika anak masih minta makan setelah rutinitas, cek dulu waktu makan malamnya. Pastikan porsi cukup. Pastikan jeda makan ke tidur tidak terlalu jauh. Anak yang makan terlalu awal bisa benar-benar lapar lagi.

Strategi Praktis untuk Orang Tua

  • Cek pola: catat kapan anak minta makan lagi setelah gosok gigi
  • Tanya langsung: bedakan lapar fisik dan kebutuhan ditemani
  • Beri perhatian: temani anak beberapa menit sebelum tidur
  • Jaga rutinitas: urutan tidur harus konsisten setiap malam
  • Atur porsi: pastikan makan malam cukup dan tidak terlalu awal
  • Hindari makan lagi: setelah sikat gigi, tawarkan air putih jika perlu

Jika anak tetap minta makan, tawarkan pilihan ringan. Hindari makanan manis. Hindari camilan lengket. Jika memungkinkan, ajak anak sikat gigi ulang.

Namun ingat, tujuan utama bukan melarang. Tujuan utama adalah memahami. Anak sedang belajar mengenali tubuh dan emosinya. Orang tua jadi pemandu pertama.

"Kebutuhan untuk mencari rasa aman, mencari rasa terkoneksi jadi muncul," jelas Kezia.

Kapan Perlu Konsultasi

Jika pola ini berlangsung terus-menerus dan mengganggu tidur anak, pertimbangkan konsultasi. Apalagi bila disertai penurunan berat badan, rewel ekstrem, atau sulit tidur berkepanjangan.

Perkembangan ini masih berlanjut. Orang tua diminta tetap siaga. Pantau pola anak setiap malam. Catat perubahan perilaku. Jangan abaikan sinyal kecil.

UPDATE — Intinya, anak yang bilang lapar setelah gosok gigi belum tentu caper. Bisa benar lapar. Bisa juga butuh pelukan. Tugas orang tua: cari tahu bedanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User