Anak Krakatau Erupts 4 Times in 1 Hour, Siaga Status Still in

BREAKING — Dentuman menggelegar membelah langit Selat Sunda, Jumat petang kemarin. Gunung Anak Krakatau mengamuk hebat: empat kali erupsi beruntun hanya dalam rentang 60 menit. Status gunung legenda...

Jul 13, 2026 - 10:49
0 0
Anak Krakatau Erupts 4 Times in 1 Hour, Siaga Status Still in

BREAKING — Dentuman menggelegar membelah langit Selat Sunda, Jumat petang kemarin. Gunung Anak Krakatau mengamuk hebat: empat kali erupsi beruntun hanya dalam rentang 60 menit. Status gunung legendaris itu masih bertahan di level Siaga (Level III), tanpa tanda-tanda akan melandai dalam waktu dekat.

Kronologi Letusan Kilat

Data seismograf Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran mencatat rentetan letusan dimulai pukul 16.22 WIB. Dentuman pertama diikuti tiga letusan susulan yang semakin menguat, dengan jeda antarus letusan tak lebih dari 12 menit. Satu jam penuh kawah memuntahkan material pijar dan abu vulkanik pekat.

Petugas pos mengonfirmasi tinggi kolom abu bervariasi antara 500 hingga 1.200 meter dari puncak. Abu tertiup angin ke arah barat daya, menjauhi permukiman padat di pesisir Banten dan Lampung untuk sementara. Namun, hujan abu tipis dilaporkan turun di Pulau Sebesi dan beberapa titik di Kecamatan Rajabasa.

Data Instrumen dan Fakta Kunci

Rekaman alat pemantau menunjukkan erupsi kali ini berkekuatan sedang, dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi gempa letusan antara 52 hingga 118 detik. Meski begitu, frekuensi letusan dalam satu jam itu tergolong tinggi dan menandakan pasokan magma dangkal masih aktif.

  • Jumlah letusan: 4 kali dalam 1 jam
  • Waktu kejadian: Jumat sore, 16.22–17.19 WIB
  • Tinggi kolom abu: 500–1.200 meter
  • Arah abu: Barat daya
  • Status: Siaga (Level III) sejak 24 April 2022
  • Radius bahaya: 5 kilometer dari kawah aktif

Ancaman Sekunder Masih Mengintai

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan bahwa erupsi beruntun bisa memicu luncuran awan panas berskala kecil dari material kubah lava yang belum stabil. Selain itu, potensi tsunami akibat longsoran tubuh gunung ke laut belum bisa diabaikan, mengingat sejarah kelam letusan 2018. Pemantauan deformasi lereng terus diperketat setiap jam.

“Kami minta warga dan wisatawan benar-benar patuh pada rekomendasi radius 5 kilometer. Jangan ada yang mencoba mendekat, risiko awan panas dan lontaran batu pijar masih tinggi,” tegas petugas pos pemantau melalui saluran komunikasi darurat, dikutip Jumat malam.

Langkah Darurat dan Imbauan

BPBD Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan sudah berkoordinasi menyiagakan personel dan peralatan evakuasi. Masker darurat dibagikan di desa-desa yang terpapar abu tipis. Peringatan dini tsunami berbasis komunitas diaktifkan kembali di sepanjang pesisir rawan.

Warga diimbau untuk tidak memercayai hoaks dan hanya merujuk informasi dari PVMBG serta BMKG. Aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda masih diizinkan dengan catatan menjauhi zona larangan. Hingga Sabtu dini hari, gunung masih terpantau bergemuruh lirih, menandakan energi belum sepenuhnya reda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User