Suasana duka menyelimuti kawasan Perairan Dalam Teluk Ambon setelah upaya pencarian maraton selama empat hari akhirnya membuahkan hasil tragis. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Hamdani (47), seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari KM Masa Jaya, yang sebelumnya dilaporkan terjatuh dan hilang di perairan tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di permukaan air pada Kamis (10/9), mengakhiri kecemasan pihak keluarga serta rekan sesama pelaut yang terus berharap ada keajaiban.
Penemuan Jasad dan Operasi SAR Gabungan
Proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur keselamatan laut ini berlangsung intensif sejak laporan pertama diterima. Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Polairud Polda Maluku, TNI Angkatan Laut, serta dibantu oleh para nelayan lokal terus menyisir setiap sudut perairan teluk dengan memperluas radius pencarian hingga beberapa mil laut.
Jasad korban pertama kali terlihat oleh tim patroli yang melakukan penyisiran permukaan pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIT. Lokasi penemuan berada tak jauh dari titik perkiraan awal korban terjatuh (Last Known Position). Tim langsung mendekati lokasi untuk memastikan identitas dan melakukan evakuasi darurat ke atas perahu karet.
Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jenazah Hamdani segera dilarikan menuju rumah sakit setempat untuk menjalani proses visum et repertum serta identifikasi akhir sebelum diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Kronologi Kejadian dan Ringkasan Operasi
Insiden nahas ini berawal ketika KM Masa Jaya sedang berlayar melintasi kawasan perairan Teluk Ambon. Berdasarkan data kronologi awal, korban yang sedang bertugas di geladak kapal diduga terpeleset akibat guncangan gelombang sebelum akhirnya jatuh ke laut lepas. Rekan-rekannya di atas kapal yang menyadari hilangnya korban langsung berupaya melakukan pencarian mandiri, namun korban dengan cepat terseret arus bawah laut yang cukup deras.
Kondisi angin fluktuatif dan kedalaman perairan Teluk Ambon sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan selama empat hari penyisiran. Berikut adalah dinamika operasi penyisiran yang berhasil dirangkum:
| Hari Operasi | Fokus Penyisiran | Hasil dan Evaluasi |
|---|---|---|
| Hari 1 - 2 | Area titik awal jatuh (LKP) dan penyisiran permukaan Teluk Ambon | Arus bawah laut kuat; pencarian belum membuahkan hasil. |
| Hari 3 | Perluasan radius hingga 5 mil laut dan koordinasi armada nelayan | Penyisiran di perluas ke perairan luar; ditemukan tanda-tanda arus membawa barang pelampung. |
| Hari 4 | Penyisiran intensif Perairan Dalam Teluk Ambon | Korban ditemukan meninggal dunia mengapung pada pukul 08.30 WIT. |
Pentingnya Keselamatan Kerja Pelayar
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku industri maritim dan pemilik kapal akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di atas kapal. Penggunaan alat pelindung diri (Personal Protective Equipment) seperti life jacket atau rompi pelampung secara konsisten merupakan harga mati saat berada di geladak kapal, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.
"Kami tak jemu mengimbau kepada seluruh Nakhoda dan ABK agar senantiasa mengutamakan keselamatan. Penggunaan rompi pelampung secara wajib saat beraktivitas di luar ruang kapal bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati ketika musibah terjatuh terjadi," ungkap pejabat Basarnas Ambon.
Dengan ditemukannya jasad Hamdani, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Duka mendalam tentunya dirasakan oleh keluarga korban dan segenap awak KM Masa Jaya atas kepergian almarhum yang berdedikasi tinggi di laut.
Comments (0)