Aktivis India Sonam Wangchuk Dipaksa Pindah ke RS Setelah Mogok Makan 20 Hari
New Delhi — Aktivis lingkungan dan pendidikan asal India, Sonam Wangchuk, dipindahkan secara paksa oleh kepolisian Delhi ke rumah sakit pada Sabtu lalu. Ke
New Delhi — Aktivis lingkungan dan pendidikan asal India, Sonam Wangchuk, dipindahkan secara paksa oleh kepolisian Delhi ke rumah sakit pada Sabtu lalu. Keputusan tersebut diambil setelah kekhawatiran serius atas kondisi kesehatannya yang terus menurun selama 20 hari menjalani aksi mogok makan tanpa henti di jantung ibu kota India.
Latar Belakang Aksi Mogok Makan
Wangchuk, yang berusia 59 tahun, memulai aksi protesnya sejak 28 Juni 2025 dengan menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan. Aktivis tersebut menuding Pradhan terlibat dalam berbagai kecurangan pada sistem ujian masuk pendidikan kedokteran di negara tersebut.
Aksi mogok makan ini dilakukan di Jantar Mantar, sebuah kawasan bersejarah di New Delhi yang telah menjadi titik berkumpul berbagai gerakan protes selama puluhan tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan mahasiswa turut bergabung di sekitar panggung Wangchuk untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap perjuangan tersebut.
Partisipasi Komunitas dan Dukungan Online
Selain aksi langsung di lapangan, dukungan terhadap gerakan Wangchuk juga mengalir melalui dunia maya. Organisasi satir bernama Cockroach Janta Party (CJP) mengorganisir berbagai bentuk protes online yang menarik perhatian luas dari generasi muda India.
Gerakan CJP tersebut menjadi fenomena tersendiri karena menggunakan pendekatan humor dan satire untuk menyuarakan kritik terhadap sistem pendidikan yang dianggap tidak adil. Banyak warganet yang ikut menyebarkan pesan-pesan protes melalui platform media sosial.
Proses Pemindahan ke Rumah Sakit
Wakil Komisaris kepolisian Delhi mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemindahan Wangchuk ke fasilitas kesehatan. Dalam keterangannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan berdasarkan perintah pengadilan tinggi dan saran dari tim medis.
"Sesuai perintah pengadilan tinggi dan berdasarkan saran ahli medis akibat memburuknya kondisi kesehatan Sonam Wangchuk, beliau dipindahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan," ujar Wakil Komisaris kepolisian Delhi.
Pernyataan resmi tersebut juga menyebutkan bahwa selama proses pemindahan berlangsung, para pendukung Wangchuk sempat mencoba menghambat jalannya evakuasi. Akibatnya, terjadi sedikit kericuhan antara kepolisian dan kerumunan massa.
Kronologi Kejadian di Lokasi Protes
- Pagi hari di kawasan Jantar Mantar, kepolisian tiba dengan membawa peralatan medis termasuk kain putih untuk menutupi area evakuasi
- Petugas kepolisian segera mengangkat Wangchuk dari panggung protes untuk dibawa ke ambulans
- Suasana berubah menjadi kacau ketika pendukung Wangchuk menyadari pemindahan paksa tersebut
- Kepolisian juga memindahkan beberapa pendukung CJP yang sedang melakukan aksi duduk di lokasi
- Rekaman video menunjukkan seorang perempuan pendukung dipindahkan secara fisik oleh polisi wanita
- Kepolisian mengeluarkan permintaan agar seluruh demonstran meninggalkan lokasi dengan tertib
Reaksi Publik dan Dampak Politik
Video-video yang merekam proses pemindahan Wangchuk dengan cepat viral di media sosial. Banyak warganet yang menyuarakan keprihatinan mereka terhadap penggunaan pendekatan represif terhadap aksi protes damai. Tagar terkait Sonam Wangchuk menjadi trending topic di berbagai platform media sosial India.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara pemerintah dan kelompok aktivis pendidikan di India. Banyak pengamat politik menilai bahwa kasus ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kritik terhadap sistem ujian nasional yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kondisi Terkini dan Tuntutan yang Belum Terpenuhi
Meskipun telah dipindahkan ke rumah sakit, belum ada informasi resmi mengenai kapan Wangchuk akan melanjutkan atau menghentikan aksi mogok makannya. Para pendukungnya menegaskan bahwa perjuangan akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Kasus ini juga menjadi sorotan internasional, dengan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional meminta pemerintah India untuk menghormati hak warga negara untuk melakukan protes secara damai. Mereka menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menyelesaikan masalah pendidikan.
"Kami meminta kepada seluruh demonstran di Jantar Mantar untuk meninggalkan lokasi dengan tertib dan damai," demikian pernyataan resmi kepolisian Delhi yang ditujukan kepada para pendukung Wangchuk.
Implikasi Jangka Panjang bagi Gerakan Protes
Peristiwa pemindahan paksa terhadap Wangchuk ini diprediksi akan menjadi momentum penting bagi gerakan protes mahasiswa di India. Banyak pihak berharap kasus ini dapat mendorong reformasi menyeluruh terhadap sistem ujian nasional yang selama ini dianggap sarat dengan praktik kecurangan dan ketidakadilan.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan India hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan pengunduran diri Menteri Pradhan. Ketidakjelasan sikap pemerintah ini menambah ketidakpastian terhadap arah penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir tiga minggu tersebut.
[SOCIAL_TWEET]: Aktivis Sonam Wangchuk dipaksa pindah ke RS setelah 20 hari mogok makan di New Delhi. Tuntutannya: pengunduran diri Menteri Pendidikan India atas kecurangan ujian kedokteran. #SonamWangchuk #IndiaProtes #MogokMakan[SOCIAL_TG]: ⚠️ Aktivis India Sonam Wangchuk dievakuasi paksa ke RS setelah mogok makan 20 hari! 🏥 Protes sistem pendidikan berlanjut di Jantar Mantar 🇮🇳
Comments (0)