Monday, 24 August 2026 | 11:58 WIB

Adu Mulut Warnai Sekaten Solo, Gamelan Keluar Tanpa Izin PB XIV

BREAKING — Prosesi Gamelan Sekaten di Keraton Solo berubah tegang. Adu mulut antarkeluarga pecah di tengah ritual sakral itu, hari ini.Keraton Kasunanan Surakarta kembali menjadi pusat perhatian. Ri...

Aug 21, 2026 - 11:08
0 1
Adu Mulut Warnai Sekaten Solo, Gamelan Keluar Tanpa Izin PB XIV

BREAKING — Prosesi Gamelan Sekaten di Keraton Solo berubah tegang. Adu mulut antarkeluarga pecah di tengah ritual sakral itu, hari ini.

Keraton Kasunanan Surakarta kembali menjadi pusat perhatian. Ribut-ribut terjadi saat gamelan pusaka dikeluarkan dari kompleks keraton untuk mengawali perayaan Sekaten.

Insiden itu dikonfirmasi sejumlah pihak di lingkungan keraton. Suasana yang seharusnya penuh kekhidmatan berubah memanas dalam hitungan menit.

GKR Timoer menjadi sosok di balik protes tersebut. Ia keberatan keras karena pengeluaran gamelan dinilai tidak sah secara prosedur.

PB XIV Purbaya tidak memberi izin atas pengeluaran gamelan itu. Fakta inilah yang memicu protes dan kemudian berujung adu mulut antarkeluarga.

Kronologi Prosesi

Rangkaian Sekaten sejatinya diawali dengan prosesi mengeluarkan gamelan pusaka dari keraton. Gamelan itu kemudian diarak menuju Masjid Agung dalam suasana khidmat.

Namun, tahun ini prosesi berjalan berbeda. Sebelum gamelan keluar, muncul keberatan dari internal keluarga keraton.

GKR Timoer menyampaikan protes secara terbuka. Ia menilai langkah tersebut melanggar aturan adat yang berlaku di lingkungan keraton.

Suara keras pun tak terhindarkan. Beberapa anggota keluarga saling beradu argumen di lokasi prosesi.

Petugas dan abdi dalem berusaha meredam suasana. Prosesi sempat tertahan beberapa saat sebelum akhirnya kembali berjalan.

Isi Protes GKR Timoer

Inti protes GKR Timoer cukup jelas. Pengeluaran gamelan Sekaten tidak melalui persetujuan PB XIV Purbaya.

Menurutnya, setiap kegiatan adat yang melibatkan pusaka keraton wajib mendapat restu pemangku takhta. Tanpa restu itu, kegiatan dianggap menyalahi tata krama keraton.

Ketiadaan izin menjadi titik api keributan hari ini. Protes yang awalnya formal berubah menjadi pertengkaran terbuka di depan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keraton. Perkembangan lebih lanjut masih dinanti.

Sekaten: Tradisi Ratusan Tahun

Sekaten merupakan tradisi tahunan Keraton Solo yang berusia ratusan tahun. Rangkaiannya erat kaitannya dengan perayaan Maulid Nabi.

Sekaten sendiri berakar pada upaya penyebaran agama Islam oleh para leluhur. Gamelan digunakan sebagai media dakwah yang menarik minat masyarakat.

Gamelan pusaka menjadi elemen sentral dalam tradisi ini. Bunyinya menandai dimulainya perayaan Sekaten di kawasan keraton.

Masyarakat luas biasanya menantikan prosesi ini setiap tahun. Ribuan warga dan wisatawan memadati area keraton saat gamelan dikeluarkan.

Hingga kini, tradisi itu tetap dilestarikan secara turun-temurun. Setahun sekali, suasana ramai menyelimuti kawasan keraton selama perayaan berlangsung.

Dampak bagi Tradisi

Polemik ini berpotensi mewarnai seluruh rangkaian Sekaten tahun ini. Perayaan yang biasanya berjalan mulus kini dibayangi persoalan internal.

Pengamat menilai insiden seperti ini bisa menggerus wibawa keraton di mata publik. Kepercayaan masyarakat terhadap keutuhan keluarga keraton ikut dipertanyakan.

Belum diketahui apakah prosesi selanjutnya akan berjalan normal. Semua pihak menunggu sikap resmi dari pemangku takhta.

Harapan Penyelesaian Damai

Sejumlah tokoh budaya mendorong mediasi internal secepatnya. Mereka menilai masalah ini sebaiknya tidak dibawa ke ruang publik.

Konsolidasi keluarga dinilai menjadi kunci utama. Jika dibiarkan, konflik serupa bisa kembali terjadi pada prosesi adat berikutnya.

Masyarakat Solo pun menaruh harapan serupa. Mereka ingin Sekaten tetap berlangsung lancar tanpa dibayangi konflik.

Kerukunan keluarga keraton menjadi ujian nyata di tengah tradisi. Semua mata kini tertuju pada langkah keraton setelah insiden ini.

Fakta Kunci

Beberapa poin penting dari peristiwa hari ini patut dicatat. Pertama, adu mulut terjadi di tengah prosesi Gamelan Sekaten.

Kedua, protes dilayangkan GKR Timoer secara terbuka. Ketiga, PB XIV Purbaya disebut tidak memberikan izin pengeluaran gamelan.

Keempat, prosesi sempat tertahan sebelum kembali berlanjut. Kelima, keraton belum mengeluarkan pernyataan resmi hingga berita ini ditulis.

Perkembangan insiden ini akan terus diupdate. Tim redaksi terus memantau situasi di lokasi. Informasi terbaru akan segera menyusul begitu ada konfirmasi dari pihak keraton.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User