Aug 28, 2026
breaking

60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola di SSB Kolonal

Solok Selatan — Sebanyak 60 anak di Nagari Talao Sungai Kunyit kini punya panggung baru untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola. Mereka tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal, program tan...

60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola di SSB Kolonal

Solok Selatan — Sebanyak 60 anak di Nagari Talao Sungai Kunyit kini punya panggung baru untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola. Mereka tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal, program tanggung jawab sosial (CSR) yang digulirkan PT KSI di kawasan tersebut. Setiap sesi latihan, lapangan nagari itu berubah menjadi ruang belajar sekaligus arena perjuangan anak-anak daerah.

Program ini tidak sekadar melatih teknik menggiring bola. SSB Kolonal dirancang sebagai wadah pembinaan menyeluruh. Anak-anak diajari disiplin, kerja sama, dan keberanian bermimpi. Ketiga nilai itu menjadi fondasi utama pembinaan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Latihan Rutin, Semangat Membara

Setiap kali jadwal latihan tiba, anak-anak berdatangan ke lapangan dengan seragam latihan. Mereka menjalani pemanasan, latihan fisik, hingga teknik dasar. Mulai dari mengoper, menggiring, sampai menyelesaikan serangan ke gawang. Para pelatih membagi peserta dalam beberapa kelompok usia. Tujuannya jelas: pembinaan lebih terarah sesuai kemampuan setiap anak.

Alokasi waktu latihan dirancang agar tidak mengganggu sekolah. Anak-anak tetap berlatih di sela kesibukan belajar. Orang tua pun mendukung penuh. Mereka mengantar anak ke lapangan dan memantau perkembangan dari pinggir lapangan. Suasana latihan berlangsung hidup. Teriakan semangat sesama peserta terdengar sepanjang sesi.

Dukungan CSR untuk Olahraga Daerah

Kehadiran SSB Kolonal merupakan wujud program CSR PT KSI. Dilaporkan, dukungan itu disalurkan untuk pengembangan olahraga di lingkungan operasional perusahaan. Fokusnya pembinaan generasi muda di Nagari Talao Sungai Kunyit. Bentuk dukungan mencakup penyediaan sarana latihan hingga pendampingan kegiatan rutin.

Program semacam ini dinilai penting bagi daerah. Banyak bakat muda di pelosok belum tersentuh pembinaan layak. Minimnya sarana dan biaya sering menjadi penghalang. Melalui CSR, hambatan itu berusaha ditekan. Anak-anak dapat berlatih tanpa dibebani biaya berat bagi orang tua.

Sekolah Kedisiplinan di Lapangan

Nilai disiplin menjadi pelajaran pertama setiap peserta. Anak-anak wajib hadir tepat waktu. Mereka juga dilatih mengikuti instruksi pelatih dengan tertib. Pelanggaran kecil dikoreksi langsung di tempat. Cara ini membentuk kebiasaan baik sejak dini.

Kerja sama juga menjadi materi wajib. Sepak bola adalah olahraga tim. Satu pemain tidak bisa menang sendirian. Melalui permainan dan latihan kelompok, anak-anak belajar saling percaya. Mereka belajar membagi bola, menutupi posisi, dan merayakan gol bersama. Nilai itu terbawa ke kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah dan di rumah.

Mimpi Besar dari Nagari Kecil

Bagi anak-anak Nagari Talao Sungai Kunyit, lapangan SSB Kolonal adalah pintu menuju cita-cita. Sebagian bercita-cita bermain di Liga 1. Sebagian lagi bermimpi memperkuat timnas Indonesia. Mimpi itu terdengar besar. Namun bagi mereka, setiap latihan adalah langkah nyata mendekat ke sana.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang konsisten. Anak-anak datang lebih awal sebelum latihan dimulai. Mereka bermain bola tambahan sambil menunggu sesi resmi. Semangat itu menjadi modal utama pembinaan. Pelatih cukup mengarahkan, sisanya digerakkan naluri cinta bola anak-anak daerah.

Harapan ke Depan

Pihak pengelola berharap SSB Kolonal dapat melahirkan pesepakbola berbakat asal Solok Selatan. Minimal, program ini membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan percaya diri. Keberhasilan tidak selalu diukur dari jumlah pemain profesional. Perubahan sikap anak-anak di lapangan sudah menjadi kemajuan berarti.

Perkembangan program akan terus dipantau. Evaluasi rutin dilakukan agar pembinaan makin efektif. Kolaborasi antara perusahaan, nagari, dan orang tua menjadi kunci keberlanjutan. Jika berjalan konsisten, bukan mustahil nama Nagari Talao Sungai Kunyit bersinar di panggung sepak bola nasional.

Untuk saat ini, 60 anak itu terus berlatih. Mereka mengejar bola, mengejar mimpi, dan menulis cerita sendiri di tanah Minangkabau. Lapangan sederhana itu kini menjadi saksi lahirnya harapan baru sepak bola Solok Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User