Monday, 24 August 2026 | 15:27 WIB

6 Mahasiswa Unhas Dievakuasi Usai Alami Kram Hebat di Gunung Goa

MAROS, DETIK INI JUGA — Tim SAR gabungan mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin dari lereng Gunung Goa Kalibbong Alloa setelah mereka dilaporkan mengalami kelelahan akut dan kram otot ya...

Jul 28, 2026 - 10:30
0 0
6 Mahasiswa Unhas Dievakuasi Usai Alami Kram Hebat di Gunung Goa

MAROS, DETIK INI JUGA — Tim SAR gabungan mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin dari lereng Gunung Goa Kalibbong Alloa setelah mereka dilaporkan mengalami kelelahan akut dan kram otot yang melumpuhkan, sesaat setelah subuh tadi.

Kronologi Evakuasi Darurat

Insiden terjadi ketika kelompok mahasiswa itu melakukan pendakian tanpa pemandu dan mulai merasakan gejala kelelahan ekstrem sekitar pukul 03.00 WITA. Dua di antaranya tak mampu melanjutkan langkah karena kram di bagian paha dan betis. Komunikasi darurat ke pos SAR setempat dilakukan oleh salah satu anggota tim yang masih memiliki sinyal seluler.

Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Maros langsung mengerahkan personel ke titik pendakian pukul 04.45 WITA. “Kondisi medan cukup terjal dan licin karena hujan ringan semalam. Kami harus menempuh jalur setapak sekitar 2,5 km menuju lokasi korban,” ujar Kepala Operasi evakuasi, Letnan Dua Zainal Abidin, melalui sambungan telepon.

Fakta Kunci

  • Lokasi: Gunung Goa Kalibbong, Alloa, Kabupaten Maros.
  • Waktu kejadian: Pendakian dimulai Minggu malam, evakuasi subuh Selasa.
  • Jumlah korban: Enam mahasiswa Unhas, tiga laki-laki dan tiga perempuan.
  • Kondisi: Kram otot berat dan dehidrasi; tidak ada luka serius.
  • Proses: Evakuasi dilakukan manual dengan tandu darurat dan dipapah tim rescue.
  • Durasi: Sekitar 4 jam dari titik lokasi ke posko utama.

Salah satu korban, Rina (nama disamarkan), mengaku tidak menyadari betapa beratnya jalur. “Kami terlalu percaya diri membawa bekal minimal. Begitu kram menyerang, kami langsung panik dan menghubungi SAR,” ujarnya dengan suara lemah di posko.

Seluruh korban berhasil dievakuasi pukul 08.20 WITA tanpa insiden tambahan. Mereka langsung mendapat penanganan medis di posko dan dipulangkan setelah stabil. Pihak universitas dihubungi untuk memastikan kondisi mahasiswa, namun belum ada komentar resmi.

Basarnas mengimbau pendaki untuk selalu menggunakan jasa pemandu lokal dan memeriksa prakiraan cuaca. “Jangan remehkan medan. Persiapan fisik dan logistik harus matang,” tegas Abidin. Gunung Goa Kalibbong dikenal sebagai destinasi pendakian ringan dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl, namun beberapa jalurnya rawan longsor saat musim hujan. Kasus serupa pernah terjadi tahun lalu saat dua pendaki tersesat dan dievakuasi setelah 12 jam tanpa air.

Artikel ini diperbarui seiring perkembangan informasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User