56 Unit Pengolahan Sampah Organik Berdiri di Kebayoran Lama Selatan
JAKARTA, UPDATE — Sebanyak 56 infrastruktur pengolahan limbah organik kini terkonfirmasi aktif di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.Data yang dirilis hari ini menunjukkan tit...
JAKARTA, UPDATE — Sebanyak 56 infrastruktur pengolahan limbah organik kini terkonfirmasi aktif di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.
Data yang dirilis hari ini menunjukkan titik-titik pengomposan tersebut telah terintegrasi penuh dengan sistem persampahan lokal. Keberadaan fasilitas ini menandai lompatan besar penanganan sisa dapur di tingkat RW.
Sebaran dan Tipe Unit
Fasilitas tidak terkonsentrasi di satu zona. Teknologi yang diterapkan bervariasi sesuai karakter permukiman padat.
- 34 unit komposter aerob skala komunitas — tersebar di 10 RW.
- 12 titik biopori jumbo dengan daya tampung hingga 2 meter kubik per lubang.
- 7 pusat budidaya maggot BSF yang mengonversi sisa makanan menjadi pakan larva bernilai ekonomis.
- 3 instalasi biodigester mini yang menghasilkan biogas untuk 60 kepala keluarga.
Setiap RW kini wajib mencatat volume sampah organik yang masuk ke unit-unit tersebut. Pelaporan dilakukan secara digital dan diawasi lurah.
Keterlibatan Warga
Pengoperasian harian sepenuhnya dijalankan oleh kader lingkungan setempat. Mereka telah menjalani pelatihan intensif teknis.
“Setiap RT mengirim 2 petugas bergilir. Mereka memilah, mencacah, dan memantau suhu komposter,” kata Sekretaris Lurah, dikonfirmasi terpisah.
Di beberapa gang, warga membawa ember sisa sayur dan nasi basi setiap pagi. Kebiasaan memilah dari rumah mulai terbangun.
Dampak ke Bantar Gebang
Dengan 56 unit ini, kelurahan memproyeksikan pengurangan kiriman ke TPST Bantar Gebang hingga 1,8 ton per hari.
Sebelumnya, hampir 5 ton sampah campur dari wilayah ini diangkut setiap hari ke tempat pembuangan akhir. Kini 35 persen di antaranya dipotong di hulu.
Sisa kompos matang didistribusikan gratis ke taman-taman lingkungan dan urban farming. Maggot dipanen setiap 18 hari untuk dijual ke peternak lele.
Target Ekspansi
Keberhasilan Kebayoran Lama Selatan mendorong kecamatan untuk mereplikasi model ini. Enam kelurahan lain dijadwalkan menyusul pada triwulan depan.
Angka 56 disebut belum final. Tiga unit tambahan sedang dalam tahap konstruksi di wilayah RT padat yang belum terjangkau.
“Kami targetkan 70 unit sebelum akhir tahun. Setiap unit harus mampu mengolah minimal 50 kilogram sampah organik per siklus,” ujar Camat Kebayoran Lama.
Program ini bagian dari Jakarta Zero Organic Waste 2027. Dinas Lingkungan Hidup mengalokasikan dana stimulan untuk setiap unit yang dikelola mandiri.
Dengan capaian ini, Kebayoran Lama Selatan menjadi kelurahan dengan densitas fasilitas pengolahan sampah organik tertinggi di Jakarta Selatan, sekaligus model nasional pengelolaan sisa makanan berbasis komunitas.
Baca juga:
Comments (0)