BREAKING: KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Setoran Paksa Warisan Suami

BARU SAJA: KPK menahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Penahanan terkait dugaan pemerasan sistematis terhadap puluhan pejabat di lingkungan pemkab.Penangkapan berlangsung kurang dari 60 menit lalu di k...

Jul 12, 2026 - 13:00
0 0
BREAKING: KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Setoran Paksa Warisan Suami

BARU SAJA: KPK menahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Penahanan terkait dugaan pemerasan sistematis terhadap puluhan pejabat di lingkungan pemkab.

Penangkapan berlangsung kurang dari 60 menit lalu di kediaman dinas. Tim penyidik mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga bagian dari setoran ilegal.

Fakta Kunci

  • Etik Suryani, Bupati Sukoharjo, ditetapkan sebagai tersangka pemerasan
  • Diduga meminta setoran bulanan dari kepala dinas dan camat
  • Praktik ini disebut melanjutkan “tradisi” suami yang sebelumnya menjabat bupati
  • KPK mengamankan barang bukti uang tunai Rp850 juta dan catatan setoran
  • Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda miliaran rupiah

Warisan Setoran Paksa

Sumber internal KPK mengungkap pola pemerasan sudah berjalan sejak suami Etik, mantan Bupati Sukoharjo, masih menjabat. Selepas suaminya tak lagi berkuasa, Etik diduga tidak menghentikan kebiasaan itu. Ia justru memperkuat jaringan dan mematok tarif lebih tinggi.

Beberapa saksi mata menyebut setiap kepala OPD wajib menyetor minimal Rp10 juta per bulan. Nominal bisa lebih besar jika ada proyek pengadaan. Camat dan lurah juga tidak luput dari target setoran.

Operasi Tangkap Tangan

Operasi senyap digelar tim KPK sejak subuh tadi. Petugas menyegel ruang kerja bupati dan menyita dokumen anggaran. Seorang ajudan pribadi ikut diamankan karena diduga berperan sebagai perantara penerimaan uang.

UPDATE: Etik langsung digiring ke gedung KPK untuk pemeriksaan intensif. Juru bicara KPK mengonfirmasi penahanan akan diperpanjang 20 hari ke depan.

Kronologi Singkat

Investigasi bermula dari laporan pegawai yang menolak menyetor. Laporan masuk tiga bulan lalu. Tim intelijen kemudian melakukan pemantauan dan menemukan pola transfer rutin ke rekening penampung yang dikendalikan keluarga bupati.

Barang bukti digital, seperti pesan singkat berisi instruksi setoran, turut disita. KPK sedang menelusuri aliran dana ke aset pribadi, termasuk properti di luar Pulau Jawa.

Respons Darurat

Pemerintah pusat telah mengaktifkan mekanisme pengganti sementara. Wakil Bupati akan mengambil alih tugas pemerintahan. Inspektorat daerah diperintahkan melakukan audit darurat seluruh belanja OPD.

Masyarakat sipil mendesak KPK mengusut tuntas jaringan pemerasan ini. Aktivis antikorupsi menyebut kasus ini sebagai “puncak gunung es” tradisi korupsi di lingkungan kepala daerah.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User