35 Siswa SD Kauman 1 Malang Keracunan Massal Setelah Makan Bergizi

MALANG, 25 Juli 2026 – Sebanyak 35 siswa SD Negeri Kauman 1, Kota Malang, mendadak tumbang setelah menyantap sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) siang ini. Insiden yang diduga dipicu kontaminasi bak...

Jul 28, 2026 - 09:24
0 0
35 Siswa SD Kauman 1 Malang Keracunan Massal Setelah Makan Bergizi

MALANG, 25 Juli 2026 – Sebanyak 35 siswa SD Negeri Kauman 1, Kota Malang, mendadak tumbang setelah menyantap sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) siang ini. Insiden yang diduga dipicu kontaminasi bakteri terjadi hanya 30 menit setelah hidangan dibagikan, memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Gejala keracunan muncul secara masif: mual, muntah, dan diare akut. Seluruh korban langsung dilarikan ke Puskesmas Klojen. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa, namun 12 siswa harus menjalani observasi ketat akibat dehidrasi.

Yang Terjadi Sekarang

  • 35 dari 210 siswa SDN Kauman 1 menjadi korban.
  • Waktu kejadian: sekitar pukul 11.30 WIB, usai istirahat siang.
  • Menu yang disantap: nasi, tumis sayur, dan telur dadar dari dapur umum rekanan program MBG.
  • Tim Dinas Kesehatan Kota Malang langsung mengamankan sampel muntahan dan sisa makanan untuk uji laboratorium.
  • Pukul 15.00 WIB, 23 siswa sudah dipulangkan; 12 lainnya masih diinfus.

Kronologi Menit-ke-Menit

Berdasarkan keterangan saksi mata, guru kelas 5 melihat dua anak mengeluh sakit perut sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam 15 menit berikutnya, lebih dari 30 siswa lainnya mengalami gejala serupa. Pihak sekolah segera menghubungi puskesmas dan meminta orang tua datang. Beberapa ibu menjerit histeris saat melihat anaknya lemas di ruang UKS.

“Awalnya cuma satu yang muntah, lalu tiba-tiba banyak yang ikut mual. Kami langsung evakuasi semua ke puskesmas karena gejalanya cepat sekali menyebar,” ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.

Dugaan Sumber Kontaminasi

Dari pemeriksaan awal, kuat dugaan penyebabnya adalah bakteri Bacillus cereus atau Staphylococcus aureus yang lahir dari proses memasak kurang matang atau penyimpanan tidak higienis. Kepala Puskesmas Klojen, dr. Andini, menuturkan, “Manifestasi klinisnya sangat khas infeksi bakteri. Kami masih menunggu hasil kultur dari lab, tapi sampel sudah dikirim.”

MBG yang dibagikan hari ini diproduksi oleh CV Anugerah Pangan Sejahtera, rekanan Dinas Pendidikan setempat. Dinas langsung membekukan sementara distribusi dari dapur tersebut hingga investigasi rampung.

Tindakan Pemerintah dan Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Budi Santoso, menegaskan akan mengusut tuntas rantai pasok. “Ini peringatan keras. Keamanan pangan anak-anak tidak bisa ditawar. Kami pastikan evaluasi total, dan jika terbukti kelalaian, kontrak rekanan akan diputus,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Kauman 1, Sri Wahyuni, menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua. Sekolah juga membuka posko informasi dan menyediakan pendampingan psikologis bagi siswa dan keluarga.

Kondisi Terkini dan Langkah Lanjutan

Hingga malam ini, situasi di Puskesmas Klojen sudah terkendali. Puluhan siswa yang sudah stabil diperbolehkan pulang. Dinas Sosial turut turun membantu logistik dan trauma healing. Pihak kepolisian menyatakan akan memeriksa pemilik dapur umum jika ada indikasi kelalaian berat yang membahayakan keselamatan anak.

Program MBG di Malang sendiri baru berjalan dua bulan dan menyasar 50 ribu siswa. Kejadian ini menjadi alarm pertama bagi program nasional tersebut di wilayah Jawa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User