3 Temuan Peneliti UI pada Program Ketahanan Pangan Imipas

Jakarta - Tim peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) mengungkap sejumlah temuan awal dari rapid need assessment (RNA) yang mereka lakukan. Assesm

Jul 08, 2026 - 05:44
0 1
3 Temuan Peneliti UI pada Program Ketahanan Pangan Imipas

Jakarta - Tim peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) mengungkap sejumlah temuan awal dari rapid need assessment (RNA) yang mereka lakukan. Assesmen ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas teknis dalam program Kementerian Imipas demi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dipimpin oleh Dr. Alfindra Primaldhi, penelitian tersebut menyoroti tiga aspek kunci yang menjadi fokus utama di lapangan.

"Survei ini tidak menangkap keseluruhan yang ada, melainkan menangkap potret cepat. Kami berkolaborasi penuh dengan rekan-rekan Imipas untuk memilih lokasi secara purposif guna melihat variasi geografis yang ada," ujar Alfindra dalam Forum Group Discussion (FGD) Kementerian Imipas, Selasa (23/6/2026).

Temuan pertama menyangkut jangkauan dan representasi wilayah. Rapid assessment sukses dilaksanakan di 16 provinsi yang tersebar dari Indonesia bagian barat hingga timur. Dalam prosesnya, tim peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap 16 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), serta 15 kantor Imigrasi. Luasnya cakupan geografis ini menjadi modal awal untuk memahami dinamika program inti Kementerian Imipas.

Temuan kedua berfokus pada aktivitas inti di Lapas dan Rutan yang didesain untuk menopang produksi pangan. Di titik inilah RNA menyoroti lima variabel penting yang saling terkait, mulai dari kapasitas produksi pangan yang dilakukan di dalam Lapas dan Rutan, efektivitas pembinaan bagi warga binaan, pengelolaan Bahan Makanan (BAMA), pemanfaatan lahan koperasi yang tersedia, hingga kebutuhan akan pelatihan. Laporan dari media kami mengindikasikan bahwa sinergi kelima elemen ini memerlukan intervensi kapasitas teknis yang segera.

Temuan ketiga menyorot persepsi dari luar tembok Lapas dan kantor Imigrasi. Untuk pertama kalinya, assesmen ini secara khusus melihat pandangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta masyarakat umum. Alfindra dan timnya melihat titik temu antara aktivitas di dalam UPT dengan ekosistem ekonomi lokal di sekitarnya. Dengan mengidentifikasi potret UMKM dan persepsi publik, hasil RNA ini diharapkan mampu menjadi baseline data yang presisi untuk merancang kebijakan ketahanan pangan yang tidak hanya terisolasi di dalam institusi, tetapi juga berdampak luas bagi ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User