27 Pria Perkosa Remaja 15 Tahun di Sampang, DPR Kecam Keras

BARU SAJA, SAMPANG — Gempar di Madura. Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi korban pemerkosaan massal oleh 27 pria. Kasus yang mengguncang ini membuat DPR RI langsung angkat bicara.Peri...

Jul 13, 2026 - 04:21
0 0

BARU SAJA, SAMPANG — Gempar di Madura. Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi korban pemerkosaan massal oleh 27 pria. Kasus yang mengguncang ini membuat DPR RI langsung angkat bicara.

Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada malam tanggal 1 Desember 2024. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dibawa secara paksa ke sebuah bangunan kosong dan disekap selama lebih dari enam jam. Di sanalah 27 pelaku secara bergantian memperkosa korban yang tak berdaya.

Kondisi Korban Kritis

Korban ditemukan pagi harinya oleh warga dalam kondisi lemas dan penuh luka di sekujur tubuh. Ia segera dilarikan ke puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke rumah sakit di Bangkalan karena shock berat. Korban masih menjalani perawatan intensif dan pendampingan psikologis.

Pelaku Masih Diburu

Kapolres Sampang, AKBP Doni Prakoso, dikonfirmasi menerangkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas seluruh tersangka. "Dari 27 orang yang teridentifikasi, delapan sudah kami tangkap. Sisanya masih dalam pengejaran," ujar Kapolres. Para pelaku, kebanyakan pemuda sekitar, terancam hukuman maksimal kebiri dan penjara seumur hidup sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang tentang Kekerasan Seksual.

Fakta Kunci Kasus Ini

  • Korban: Perempuan, 15 tahun, warga Sampang.
  • Pelaku: 27 pria, sebagian besar tetangga dan kenalan.
  • Kronologi: Korban dijemput oleh seseorang yang dikenalnya, lalu disekap dan diperkosa bergilir.
  • Lokasi: Sebuah gudang kosong di pinggir desa.
  • Penangkapan: 8 orang sudah ditahan, 19 buron.
  • Kondisi Korban: Trauma fisik dan mental berat, masih dirawat.

DPR Geram, Minta Hukuman Terberat

Kabar ini langsung menuai kecaman keras dari Senayan. Ketua Komisi Perlindungan Anak DPR, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan pihaknya akan mengawal langsung penanganan perkara ini. "Negara tidak boleh lembek. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya," tegasnya. Pimpinan DPR, Puan Maharani, juga meminta pemerintah daerah dan kepolisian memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memastikan semua pelaku ditangkap.

Sementara itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut insiden ini sebagai darurat kekerasan seksual. "Ini bukti bahwa predator anak semakin mengerikan. Kami mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang lebih tegas," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat Sampang. Gelombang protes mulai bermunculan, warga mendesak aparat menangani kasus secara transparan. "Kami ketakutan, anak-anak kami tidak aman. Tolong hukum para pelaku seberat-beratnya," kata seorang ibu rumah tangga yang bermukim dekat lokasi kejadian.

Perkembangan Terbaru

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih mengejar 19 pelaku yang melarikan diri. Dua di antaranya diduga sudah keluar dari Pulau Madura. Polres setempat memperketat pos perbatasan dan menyebar sketsa wajah buronan. Sementara itu, Bupati Sampang dilaporkan akan menggelar rapat darurat membahas langkah pencegahan dan rehabilitasi korban.

Publik terus memantau perkembangan kasus ini. Tagar #SampangDaruratSeksual dan #HukumKebiriPelaku ramai diperbincangkan di media sosial. DPR berjanji akan memanggil Kapolri jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User