2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Ikut Latihan Militer
Beritatercepat.com, Jakarta - Dua orang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan M
Beritatercepat.com, Jakarta - Dua orang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Kegiatan latihan militer tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas untuk membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan para peserta sebelum mereka ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi dan kelautan.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian duka tersebut. Dua peserta yang meninggal dunia telah diidentifikasi bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keduanya tengah menjalani serangkaian pendidikan militer dasar di satuan pendidikan TNI dalam rangka persiapan pengelolaan koperasi desa serta kampung nelayan yang menjadi program unggulan nasional tahun 2026. Kehilangan ini tentunya menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran penyelenggara program.
Kronologi dan Keterangan Resmi
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan peristiwa nahas tersebut saat dihubungi media kami pada Selasa (23/6/2026). Menurut laporan yang diterima Beritatercepat.com, salah satu peserta bernama Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," ujar Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya.
Rico menjelaskan bahwa peserta Anisa sempat mengalami gangguan kesehatan pada tanggal 18 Juni 2026. Pihak satuan secara sigap langsung memberikan penanganan medis pertama di fasilitas kesehatan satuan. Namun, kondisi kesehatannya memburuk sehingga peserta tersebut harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil mempertahankan nyawa kedua korban.
Atas peristiwa ini, pihak Kementerian Pertahanan bersama instansi terkait tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan latihan dan pemeriksaan kesehatan peserta. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperketat pemantauan kondisi kesehatan seluruh peserta agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Comments (0)