11 Saksi Diperiksa Intensif Kasus Satpam Tewas Diborgol di Waduk
Detik Ini Juga — Tim penyidik Satreskrim Polres Purwakarta memeriksa secara intensif sebelas saksi kunci dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Langkah ini diambil untuk mempercepat pengungkapan kematia...
Detik Ini Juga — Tim penyidik Satreskrim Polres Purwakarta memeriksa secara intensif sebelas saksi kunci dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Langkah ini diambil untuk mempercepat pengungkapan kematian tragis Sumarna (45), seorang satpam yang bertugas di area Waduk Jatiluhur. Jasad pria itu ditemukan dalam kondisi mengambang di permukaan waduk pada Kamis pagi, dengan pemandangan yang meresahkan: kedua tangannya diikat menggunakan borgol logam.
Penemuan bermula dari laporan seorang nelayan tradisional yang tengah melaut. Dia melihat sosok tak bergerak di antara kerumunan eceng gondok sekitar pukul 06.30 WIB. Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi 30 menit kemudian langsung melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jasad berjalan sulit karena arus bawah air yang cukup kuat serta posisi korban yang terjepit vegetasi air.
Dari total 11 saksi yang dimintai keterangan, penyidik mengelompokkan menjadi tiga kategori: rekan kerja sesama petugas keamanan, warga sekitar pos jaga, dan keluarga korban. Sumber internal kepolisian mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya inkonsistensi dalam kronologi yang diberikan sejumlah saksi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kematian Sumarna tidak wajar.
Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun, Sumarna terakhir terlihat melakukan patroli rutin pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Rekan kerja yang bertugas pada shift sebelumnya menyatakan tidak ada laporan insiden mencurigakan. Namun, ketidakhadiran korban saat serah terima shift pagi menjadi kejanggalan yang kini didalami penyidik.
Hasil visum luar yang dilakukan tim medis menunjukkan adanya luka lebam di area dada dan punggung korban. Temuan borgol di pergelangan tangan juga menjadi fokus investigasi. Borgol tersebut diduga kuat bukan berasal dari perlengkapan resmi kepolisian atau satpam, melainkan jenis borgol mainan yang telah dimodifikasi untuk benar-benar mengunci.
Kapolres Purwakarta menyatakan komitmen untuk membongkar kasus ini secara transparan. "Kami sudah mengantongi sejumlah petunjuk berharga," ujarnya singkat. Sementara itu, pihak keluarga berharap aparat segera menangkap pelaku. "Kami ingin keadilan untuk saudara kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi di waduk ini," ucap salah seorang kerabat dengan suara bergetar.
Kematian Sumarna menggegerkan warga sekitar waduk yang selama ini menganggap area tersebut aman. Ketua RW setempat menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta kepolisian meningkatkan patroli. Sejumlah organisasi masyarakat juga mendesak agar kasus ini tidak berakhir sebagai misteri tanpa jawaban.
Penyelidikan masih terus bergulir. Polisi belum menetapkan tersangka, namun tidak menutup kemungkinan adanya lebih dari satu orang yang terlibat. Jadwal pemanggilan saksi tambahan sudah disusun untuk memperkuat konstruksi perkara. Sementara itu, tim forensik masih melanjutkan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air dan benda-benda di sekitar lokasi. Publik kini menanti hasil autopsi resmi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Comments (0)