Sep 18, 2026
DI Yogyakarta

YOGYAKARTA — Pasien Psikiatri Anak RS Grhasia Melonjak Akibat Kecanduan Gadget

YOGYAKARTA, Beritatercepat.com — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat peningkatan signifikan pada jumlah kunjungan pasien psi

YOGYAKARTA — Pasien Psikiatri Anak RS Grhasia Melonjak Akibat Kecanduan Gadget

YOGYAKARTA, Beritatercepat.com — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat peningkatan signifikan pada jumlah kunjungan pasien psikiatri kategori anak dan remaja. Hingga periode evaluasi terbaru, jumlah pasien yang mengakses layanan kesehatan jiwa di fasilitas medis tersebut telah menembus angka 900 orang, dengan ketergantungan gawai (gadget addiction) sebagai salah satu faktor pemicu paling dominan.

Lonjakan kasus ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua dan praktisi pendidikan mengenai dampak paparan teknologi tanpa batas terhadap stabilitas emosional dan perkembangan psikologis generasi muda.

Kronologi dan Eskalasi Kasus Pasien Psikiatri Anak

Berdasarkan data rekam medis dan pemantauan klinis di RS Grhasia, fenomena pergeseran tren gangguan jiwa pada anak berlangsung melalui beberapa tahapan eskalasi berikut:

  1. Peningkatan Durasi Layar Pasca-Pandemi: Kebiasaan belajar daring yang berlanjut menjadi adiksi game online dan media sosial tak terkontrol, di mana anak menghabiskan waktu lebih dari 6–8 jam sehari di depan layar.
  2. Manifestasi Perubahan Perilaku: Anak mulai menunjukkan respons agresif, tantrum ekstrem, serta penurunan drastis pada performa akademis ketika akses terhadap gawai dibatasi oleh orang tua.
  3. Munculnya Gejala Depresi dan Kecemasan: Pasien mengalami isolasi sosial di dunia nyata, insomnia kronis, dan serangan panik yang berujung pada rujukan medis ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
  4. Puncak Kunjungan Klinis: Jumlah registrasi di poliklinik psikiatri anak dan remaja RS Grhasia terakumulasi hingga menyentuh 900 pasien yang memerlukan intervensi medis serta terapi perilaku intensif.
"Ketergantungan gawai bukan sekadar masalah disiplin, melainkan telah masuk ke ranah gangguan neuropsikiatri ketika anak kehilangan kendali diri, mengalami perubahan mood yang drastis, hingga tidak mampu berinteraksi secara fungsional di lingkungan sosial," tegas tim medis spesialis kedokteran jiwa RS Grhasia.

Dampak Adiksi Digital terhadap Kesehatan Mental

Para psikiater di RS Grhasia menemukan korelasi kuat antara stimulasi dopamin instan dari platform digital dengan ketidakmatangan regulasi emosi anak. Paparan konten digital yang berlebihan memicu berbagai gangguan klinis spesifik, antara lain:

  • Gangguan Regulasi Emosi: Emosi meledak-ledak dan kecenderungan melukai diri saat gawai disita.
  • Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (ADHD): Penurunan rentang konsentrasi secara signifikan dalam aktivitas belajar formal.
  • Sindrom Penarikan Diri Sosial: Keengganan total untuk berkomunikasi secara langsung dengan keluarga maupun teman sebaya.
  • Gangguan Pola Tidur dan Somatisasi: Insomnia berat yang disertai keluhan fisik seperti pusing dan mual tanpa kelainan organ primer.

Rekomendasi Penanganan dan Intervensi Keluarga

Guna menekan angka morbiditas kejiwaan pada usia dini, tim psikiatri RS Grhasia merekomendasikan intervensi komprehensif yang melibatkan orang tua, sekolah, dan tenaga profesional:

  1. Penerapan Digital Detox Bertahap: Membatasi waktu penggunaan gawai maksimal 1–2 jam per hari untuk keperluan hiburan, serta melarang penggunaan gawai di dalam kamar tidur.
  2. Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Melibatkan anak dalam sesi konseling psikologis guna merestrukturisasi pola pikir dan melatih mekanisme koping stres tanpa bergantung pada teknologi.
  3. Aktivitas Fisik dan Sosial Pengganti: Mendorong partisipasi aktif anak dalam olahraga kelompok dan hobi kreatif luar ruang untuk memulihkan fungsi sensorik serta motorik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User