Warga Karawang Berburu Lailatul Qadar dengan Itikaf di Masjid Asy-Syuhada
Ratusan warga memadati Masjid Asy-Syuhada di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada malam ke-27 bulan Ramadhan 1443 H/2022 untuk melaksanakan itika
Ratusan warga memadati Masjid Asy-Syuhada di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada malam ke-27 bulan Ramadhan 1443 H/2022 untuk melaksanakan itikaf dan berburu malam Lailatul Qadar. Mereka menghabiskan malam dengan membaca Al-Quran, berdzikir, dan berselawat demi meraih keridaan Allah SWT.
Antusiasme Memburu Malam Kemuliaan
Sejak setelah shalat Isya berjamaah pada Jumat (29/4/2022), jemaah mulai mengisi setiap sudut masjid. Para pria dan wanita – melalui area terpisah – menyiapkan Al-Quran, buku dzikir, dan perlengkapan ibadah. Suasana hening dan khidmat langsung terasa begitu malam menjelang. “Saya sengaja datang dari rumah sejak sore agar bisa fokus ibadah,” ujar Ahmad, salah satu jemaah. Ia mengaku itikaf tahun ini lebih bermakna setelah dua tahun pandemi membatasi kegiatan berjamaah.
- Pukul 20.00 WIB: Jamaah melaksanakan shalat Tarawih berjamaah. Usai tarawih, mereka melanjutkan dengan shalat sunnah dan membaca Al-Quran.
- Pukul 22.00 WIB: Takmir masjid memimpin dzikir bersama. Suara lantunan asmaul husna menggema, diikuti jemaah dengan penuh penghayatan.
- Dini hari: Puncak ibadah malam. Banyak jemaah yang memilih untuk qiyamul lail, shalat tahajud, dan memperbanyak doa. Tangis haru mewarnai momen tersebut.
Kenangan Itikaf di Masa Pandemi
Ketua DKM Masjid Asy-Syuhada, H. Saepul (55), mengungkapkan rasa syukurnya karena tahun ini jemaah kembali antusias mengikuti itikaf.
“Alhamdulillah, tahun ini jemaah lebih leluasa beribadah. Semoga kita mendapat keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan,”katanya. Ia mengingatkan bahwa itikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi harus diisi dengan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.
Berdasarkan pantauan, sejak pukul 02.00 WIB hingga menjelang sahur, masjid tidak pernah sepi. Beberapa jemaah bahkan membawa anak-anak mereka untuk ikut merasakan atmosfer ibadah. “Anak saya ikut mengaji dan duduk tenang mendengarkan dzikir. Semoga ini jadi bekal keimanannya kelak,” ujar Nurul, ibu dua anak.
Makna Spiritual Lailatul Qadar bagi Umat Islam
Lailatul Qadar bukan sekadar malam istimewa, tetapi juga momentum turunnya Al-Quran sebagai petunjuk hidup. Dalam Al-Quran surah Al-Qadr, Allah berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” Para ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan di malam itu dilipatgandakan pahalanya melebihi amal seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Oleh karena itu, umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah maksimal.
“Kami berharap bisa mendapatkan keutamaan malam itu. Siapa tahu malam ini adalah Lailatul Qadar, kami tidak ingin menyesal,” kata Siti, jemaah asal Cikampek yang rela tidak tidur demi mengikuti itikaf. Ia menambahkan bahwa selain doa pribadi, ia mendoakan keselamatan bangsa dan diakhirinya pandemi.
Amalan Utama Itikaf
Itikaf pada dasarnya adalah berdiam diri di masjid dengan niat ibadah. Ulama setempat menekankan bahwa amalan yang dianjurkan selama itikaf antara lain:
- Membaca Al-Quran dan merenungkan maknanya
- Memperbanyak dzikir, seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir
- Shalat sunnah mutlak, tahajud, dan hajat
- Berselawat kepada Nabi Muhammad SAW
- Berdoa dengan khusyuk, khususnya doa Lailatul Qadar: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
Malam ke-27 Ramadhan memang hanya salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir yang diyakini sebagai Lailatul Qadar. Namun, semangat warga Karawang membuktikan bahwa mereka tidak ingin melewatkan satu pun malam tanpa ibadah maksimal. Total jemaah itikaf malam itu diperkirakan mencapai 500 orang, membludak dibandingkan hari biasa.
Tradisi itikaf di Masjid Asy-Syuhada sudah berlangsung turun-temurun. Setiap Ramadhan, masjid yang berdiri sejak tahun 1990-an ini selalu menjadi pusat ibadah warga Cikampek dan sekitarnya. Takmir menyediakan konsumsi sahur sederhana—nasi, lauk, dan air mineral—agar jemaah tetap bugar melanjutkan ibadah hingga subuh. Kebersamaan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pantauan hingga menjelang subuh, jemaah tampak berlinang air mata saat imam membacakan doa penuh pengharapan. Mereka berharap malam itu menjadi saksi turunnya rahmat dan ampunan Allah. Aktivitas itikaf ditutup dengan shalat Subuh berjamaah dan saling bermaafan, menambah keberkahan Ramadhan yang tersisa.
[SOCIAL_TWEET]: Malam penuh doa di Masjid Asy-Syuhada Karawang! Ratusan jemaah berburu Lailatul Qadar dengan itikaf, membaca Al-Quran dan dzikir hingga subuh. #LailatulQadar #Itikaf #Ramadhan1443H [SOCIAL_TG]: 🌙 Malam 27 Ramadhan: Warga Karawang beritikaf di Masjid Asy-Syuhada, berharap meraih Lailatul Qadar. Suasana khidmat, tangis haru menyertainya. Klik untuk baca kisah lengkapnya!
Comments (0)