Oct 10, 2026
breaking

Warga Kalikotes Sulap Bantaran Sungai Jadi Kebun Produktif

KLATEN — Lahan mati di bantaran sungai kini berubah jadi kebun pangan. Warga Kalikotes, Klaten, membuktikan lahan sempit bisa menghasilkan panen melimpah.Baru saja terlihat deretan tanaman hijau mem...

Warga Kalikotes Sulap Bantaran Sungai Jadi Kebun Produktif

KLATEN — Lahan mati di bantaran sungai kini berubah jadi kebun pangan. Warga Kalikotes, Klaten, membuktikan lahan sempit bisa menghasilkan panen melimpah.

Baru saja terlihat deretan tanaman hijau memenuhi tepi sungai. Nampak warga sibuk merawat sayur dan buah di lahan yang dulu terbengkalai.

Lahan Terbengkalai Berubah Produktif

Sebelumnya, area bantaran hanya jadi tempat menumpuk sampah. Kini, lahan itu dipenuhi bedeng tanaman yang tertata rapi.

Ratusan meter bantaran disulap jadi kebun sayur. Warga memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada.

  • Lahan sempit dikelola secara gotong royong
  • Metode hidroponik dipakai untuk hasil maksimal
  • Hasil panen dikonsumsi warga dan dijual

Program ini digerakkan kelompok tani setempat. Mereka memanfaatkan aliran air sungai untuk sistem tanam.

Sekretaris desa menyebut antusiasme warga sangat tinggi. Hampir seluruh rumah mengirim anggota ikut merawat kebun.

Hidroponik Jadi Andalan

Central Hidroponik Tirta Arum menjadi motor penggerak di balik keberhasilan ini. Mereka membawa teknologi tanam modern ke bantaran sungai.

Sistem hidroponik dipilih karena hemat lahan. Air nutrisi dialirkan langsung ke setiap tanaman.

Hasilnya, pertumbuhan tanaman jauh lebih cepat. Sayuran daun seperti bayam dan kangkung panen tiap tiga pekan.

Buah-buahan juga tumbuh subur di sekitar kebun. Semangka, melon, dan stroberi menghiasi beberapa petak lahan.

Tim Tirta Arum rutin mengawasi kondisi tanaman. Mereka memantau kadar nutrisi air setiap hari.

Sambang Rasa Jadi Panggung Warga

Kegiatan Sambung Rasa mempertemukan petani lokal dengan pengunjung. Acara ini jadi ajang pamer hasil budidaya pangan.

Central Hidroponik Tirta Arum menampilkan aneka sayuran segar dan buah berkualitas. Pengunjung bisa mencicipi langsung hasil panen bantaran.

Stand-stand pameran memajang produk unggulan warga. Pengunjung berdatangan dari desa tetangga.

Kepala desa berharap kebun bantaran terus berkembang. Ia menargetkan panen meningkat dua kali lipat tahun depan.

Sungai Bersih, Warga Sejahtera

Dampak positif langsung terasa warga sekitar. Sungai yang tadinya kotor kini bersih dari sampah.

Warga enggan membuang sampah karena aliran air dipakai bertani. Akhirnya, kebiasaan buruk itu perlahan hilang.

Hasil panen menambah penghasilan keluarga. Sebagian sayur dijual ke pasar desa.

Harga jual lebih stabil karena kualitas terjaga. Pembeli memilih sayur hidroponik karena bebas pestisida.

  • Produksi mingguan mencapai ratusan kilogram
  • Komoditas utama bayam, kangkung, selada, dan pakcoy
  • Pemasaran dilakukan langsung ke rumah warga

Warga Ajak Daerah Lain Ikut

Kelompok tani Kalikotes membuka pintu untuk belajar bersama. Mereka siap berbagi cara mengolah lahan bantaran.

Rencananya, kebun akan diperluas ke titik lain. Warga sudah menyiapkan bibit baru untuk musim berikutnya.

Perkembangan ini membuat desa makin percaya diri. Mereka membuktikan lahan terpinggirkan tetap bisa memberi berkah.

Saksi mata menyebut suasana kebun selalu ramai pagi hari. Warga bergantian menyiram dan memetik hasil panen.

Kabar baik ini langsung menyebar ke penjuru kampung. Banyak warga desa lain datang untuk melihat langsung.

Pemerintah setempat menyambut baik langkah ini. Mereka menjanjikan bantuan alat dan benih tambahan.

Kini, bantaran sungai bukan lagi tempat terabaikan. Justru jadi sumber pangan andalan warga Kalikotes.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User