Warga Albania Kembali Berdemo Tolak Proyek Resor Trump
TIRANA — Ribuan warga Albania kembali memadati ibu kota Tirana pada Sabtu (11/7/2026) dalam unjuk rasa besar-besaran untuk menolak pembangunan resor wisata
TIRANA — Ribuan warga Albania kembali memadati ibu kota Tirana pada Sabtu (11/7/2026) dalam unjuk rasa besar-besaran untuk menolak pembangunan resor wisata mewah yang digarap oleh perusahaan terafiliasi keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Aksi ini menandai eskalasi terbaru dari gelombang protes yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir terhadap proyek kontroversial yang dipimpin oleh Affinity Partners, perusahaan investasi yang didirikan oleh menantu Trump, Jared Kushner.
Kronologi Protes yang Berulang
Rally pada Sabtu siang dipusatkan di sekitar Lapangan Skanderbeg, titik simbolis Tirana, sebelum massa bergerak menuju gedung parlemen dan kantor Perdana Menteri Edi Rama. Demonstran dari berbagai kota pesisir seperti Vlora dan Saranda bergabung dalam aksi yang digerakkan oleh koalisi LSM lingkungan "Albania Berdaulat" dan serikat nelayan lokal. Ini adalah unjuk rasa besar ketiga yang digelar sejak 2024, pasca-disahkannya undang-undang Strategic Investments yang memuluskan jalan bagi proyek resor keluarga Kushner.
Kronologi protes dapat dirunut sebagai berikut:
- Maret 2024: Pemerintah Albania menggolkan amendemen UU "Investasi Strategis" yang memberikan status khusus bagi proyek di kawasan Pulau Sazan dan Semenanjung Zvërnec. Ratusan aktivis lingkungan menggelar aksi pertama di Tirana.
- Oktober 2025: Setelah pengumuman kesepakatan antara Affinity Partners dan Kementerian Pariwisata Albania untuk pengelolaan seluas 1.400 hektare, unjuk rasa kedua pecah, kali ini dihadiri hingga 10.000 orang. Polisi antihuru-hara terpaksa dikerahkan.
- 11 Juli 2026: Massa kembali turun jalan menyusul dimulainya survei teknis dan pemagaran area proyek. Demonstran menuduh pemerintah dan investor asing mengabaikan hak rakyat atas tanah adat dan lingkungan pesisir yang dilindungi.
Mengapa Warga Menolak?
Penolakan terhadap proyek resor Trump-Kushner ini bukan semata soal identitas investornya, melainkan akumulasi kekhawatiran serius yang dirasakan warga, terutama di wilayah Vlora. Beberapa alasan utama yang diusung demonstran antara lain:
- Kerusakan Ekosistem: Pulau Sazan dan Zvërnec merupakan kawasan pesisir dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk padang lamun dan habitat penyu langka. Pakar lingkungan dari Universitas Tirana memperingatkan bahwa konstruksi skala besar akan merusak ekosistem pesisir yang sulit dipulihkan.
- Ancaman Penggusuran: Proyek mencakup daratan yang dihuni oleh komunitas nelayan selama beberapa generasi. Meski pemerintah berjanji memberikan kompensasi, warga mengaku belum pernah diajak berdialog secara transparan.
- Proses Hukum Tidak Transparan: Penunjukan langsung perusahaan Kushner dianggap sebagai bentuk kronisme yang melemahkan demokrasi Albania dan diduga didorong oleh tekanan diplomatik AS.
"Kami tidak menolak pembangunan, tapi resor ini hanya akan menjadi taman bermain pribadi untuk elite global dengan mengorbankan pantai kami yang telah dihidupi leluhur kami selama ratusan tahun," teriak Artan Gjika, juru bicara serikat nelayan Vlora, di atas panggung aksi.
Proyek Ambisius Keluarga Trump di Balkan
Affinity Partners yang dipimpin Jared Kushner — suami Ivanka Trump dan mantan penasihat senior Gedung Putih — telah mengamankan komitmen investasi senilai USD 1,2 miliar dari dana kekayaan negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Rencana induk proyek mencakup pembangunan hotel bintang lima, marina superyacht, lapangan golf tepi pantai, serta apartemen mewah yang dipasarkan kepada pembeli global. Para pegiat antikorupsi menyoroti bahwa kontrak jumbo ini diteken tanpa melalui tender terbuka, memanfaatkan celah dalam undang-undang investasi strategis yang digagas oleh pemerintahan Edi Rama.
Pemerintah Tetap Kukuh
Menanggapi protes terbaru, juru bicara Perdana Menteri Rama menyatakan bahwa proyek tersebut akan menciptakan 2.500 lapangan kerja langsung dan menjadikan Albania sebagai destinasi wisata premium di kawasan Mediterania. "Proyek ini telah melalui seluruh prosedur hukum. Kami tidak akan mundur dari investasi yang mampu mendongkrak PDB nasional sebesar 2% per tahun," tegas juru bicara itu dalam konferensi pers terpisah. Namun, partai oposisi utama, Partai Demokrat, justru mengecam ketertutupan pemerintah dan mendesak pembentukan komisi penyelidikan independen untuk mengaudit kesepakatan dengan Kushner.
Sementara itu, para demonstran berjanji akan melanjutkan aksi sipil secara berkala hingga proyek dihentikan. "Kami akan jaga pulau kami, meski harus berhadapan dengan kekuatan global," ujar Donika, seorang pelajar 22 tahun yang hadir dalam aksi. Dengan tensi yang kian memanas, nasib resor Trump di tepi Adriatik masih jauh dari kata final.
[SOCIAL_TWEET]: Ribuan warga Albania kembali unjuk rasa di Tirana, Sabtu (11/7), menolak proyek resor mewah terafiliasi menantu Trump, Jared Kushner. Warga khawatir pantai Pulau Sazan dan Zvërnec dirusak dan mereka digusur. Pemerintah tetap ngotot lanjutkan investasi USD 1,2 M. #AlbaniaProtes #TrumpResort #JaredKushner[SOCIAL_TG]: 🇦🇱 Massa di Albania kembali memprotes resor milik menantu Trump! Kali ini di Tirana, ribuan warga tuntut penghentian proyek di Pulau Sazan. Lingkungan pesisir terancam, nelayan digusur. Pemerintah tetap kukuh. Detail selengkapnya
Comments (0)