Waka Komisi XIII DPR Sebut Pengeroyokan Maut di Bali Langgar HAM

BREAKING — Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa. Seorang pria yang diduga hendak mencuri ayam di wilayah Bali tewas mengenaskan setelah dihajar massa pada Selasa dini hari. Peristiwa ...

Jul 27, 2026 - 21:34
0 0
Waka Komisi XIII DPR Sebut Pengeroyokan Maut di Bali Langgar HAM

BREAKING — Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa. Seorang pria yang diduga hendak mencuri ayam di wilayah Bali tewas mengenaskan setelah dihajar massa pada Selasa dini hari. Peristiwa ini langsung memicu reaksi keras dari Komisi XIII DPR RI yang membidangi urusan hak asasi manusia.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso, mengecam brutalitas yang terjadi dan menegaskan bahwa tindakan pengeroyokan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius dan tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.

Kronologi Peristiwa

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas itu bermula saat sejumlah warga setempat memergoki seorang pria yang dicurigai akan mencuri ayam milik salah satu warga. Tanpa melalui proses hukum yang semestinya, massa yang sudah terpancing emosi langsung bertindak beringas menghakimi terduga pelaku di tempat.

Aksi pengeroyokan disebut berlangsung dalam waktu singkat namun sangat brutal. Korban dilaporkan mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat hantaman benda tumpul. Nyawa pria tersebut tidak dapat diselamatkan dan ia menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis darurat.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Identitas korban maupun para pelaku pengeroyokan masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Kecaman DPR: Ini Pelanggaran HAM

Sugiat Santoso menekankan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini. Menurut legislator tersebut, kejadian ini menjadi tamparan keras bagi sistem penegakan hukum di Tanah Air yang seharusnya mampu melindungi setiap warga negara.

Politisi senior itu juga menyayangkan masih mengakarnya budaya main hakim sendiri di tengah masyarakat. Ia mendesak kepolisian untuk segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pengeroyokan. Proses hukum harus berjalan tanpa kompromi agar memberikan efek jera serta memulihkan kepercayaan publik terhadap supremasi hukum.

Pelanggaran Serius terhadap Hak Hidup

Komisi XIII DPR menilai peristiwa ini masuk dalam kategori pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Tindakan massa yang merampas hak hidup seseorang, meskipun individu tersebut berstatus sebagai terduga pelaku tindak pidana, sama sekali tidak dapat dibenarkan dalam kerangka negara hukum yang beradab.

Setiap warga negara berhak atas proses hukum yang adil. Prinsip praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi tanpa pandang bulu. Aparat keamanan di tingkat daerah diminta untuk meningkatkan frekuensi patroli dan memperkuat sosialisasi kesadaran hukum guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

DPR juga menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam membangun budaya taat hukum di level akar rumput. Tanpa adanya sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, potensi terjadinya aksi vigilante akan terus membayangi.

Desakan Penegakan Hukum Maksimal

DPR mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menetapkan tersangka terhadap para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian tersebut. Tidak boleh ada ruang toleransi sedikit pun bagi aksi-aksi vigilante yang mengancam ketertiban umum dan merusak sendi-sendi keadilan di negeri ini.

Kasus tragis ini menjadi pengingat pahit bahwa lemahnya penegakan hukum di lapangan kerap membuka celah lebar bagi munculnya tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok massa. Ke depan, diperlukan perbaikan sistemik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan negara hadir dalam melindungi hak setiap warga negara tanpa terkecuali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif. Publik menanti langkah konkret aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang telah mencoreng rasa keadilan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User