DEPOK, Beritatercepat.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara resmi mempercepat pengerjaan proyek pelebaran Jalan Raya Cipayung sebagai solusi konkret dalam mengurai kemacetan kronis yang kerap melumpuhkan mobilitas di kawasan Jalan Raya Sawangan. Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya volume kendaraan harian yang melintasi koridor barat menuju pusat Kota Depok.
Jalan Raya Sawangan selama ini menjadi urat nadi utama penghubung antar-wilayah dari kawasan Bojongsari dan Sawangan menuju pusat kota di Margonda maupun akses Tol Desari. Namun, kapasitas jalan yang terbatas dan maraknya persimpangan sebidang membuat jalur tersebut selalu mengalami titik jenuh (bottleneck), terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Krisis Kemacetan Menahun Jalur Utama Sawangan
Pemerintah daerah mengidentifikasi bahwa pelebaran Jalan Raya Sawangan secara menyeluruh menghadapi kendala biaya pembebasan lahan yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, optimalisasi dan revitalisasi jalur-jalur alternatif di sekitarnya—termasuk koridor Cipayung—menjadi opsi percepatan yang paling realistis dan efektif.
"Pelebaran Jalan Raya Cipayung difokuskan untuk mendistribusikan beban kendaraan dari arah Sawangan dan Citayam agar tidak menumpuk di satu titik arteri. Kami menargetkan peningkatan kapasitas jalan secara signifikan," tegas perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok saat meninjau lokasi proyek.
Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan Proyek
Dinas PUPR bersama instansi terkait telah menyusun tahapan pembangunan agar arus lalu lintas harian warga tetap dapat berjalan dengan gangguan minimal:
- Tahap Pemetaan dan Penertiban Lahan (Bulan ke-1): Tim teknis merampungkan inventarisasi batas sempadan jalan serta koordinasi relokasi utilitas pipa air dan tiang listrik di sepanjang jalur Cipayung.
- Tahap Penataan Drainase dan Saluran Air (Bulan ke-2): Pembangunan gorong-gorong beton (u-ditch) tertutup guna mengantisipasi genangan air hujan yang kerap memperparah kemacetan.
- Tahap Konstruksi dan Pengecoran Badan Jalan (Bulan ke-3): Pengerjaan pelebaran fisik dengan betonisasi dan pelapisan aspal hotmix untuk menambah lebar jalan efektif.
- Tahap Uji Coba dan Rekayasa Lalu Lintas (Bulan ke-4): Evaluasi kelancaran arus kendaraan serta pemasangan rambu marka jalan permanen oleh Dinas Perhubungan.
Dampak Ekonomi dan Ekspektasi Masyarakat
Masyarakat pengguna jalan menyambut baik langkah perluasan infrastruktur ini. Kawasan Cipayung yang semula kerap padat akibat jalan sempit dan aktivitas pasar tradisional diharapkan dapat bertransformasi menjadi jalur penghubung yang lancar dan aman.
- Reduksi Waktu Tempuh: Potensi pemangkasan durasi perjalanan dari Sawangan menuju Stasiun Citayam dan Margonda hingga 30-40%.
- Efisiensi Logistik: Mendukung kelancaran distribusi barang dagang dan operasional UMKM di wilayah Depok Barat.
- Pencegahan Banjir: Integrasi saluran drainase modern mengurangi potensi genangan air saat curah hujan tinggi.
Pemkot Depok mengimbau pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu petunjuk sementara dan mempertimbangkan rute alternatif pendukung selama masa konstruksi fisik masih berlangsung.
Comments (0)