TVS Sentil Merek Motor Listrik Gaib, Hari Ini Ada Bulan Depan Hilang

JAKARTA — Pabrikan otomotif asal India, TVS Motor Company, melontarkan kritik pedas terhadap fenomena merek-merek sepeda motor listrik “gaib” yang belakang

Jul 08, 2026 - 06:53
0 0
TVS Sentil Merek Motor Listrik Gaib, Hari Ini Ada Bulan Depan Hilang
JAKARTA — Pabrikan otomotif asal India, TVS Motor Company, melontarkan kritik pedas terhadap fenomena merek-merek sepeda motor listrik “gaib” yang belakangan menjamur di Indonesia. Dalam pernyataan yang disampaikan eksklusif kepada awak media di Jakarta, manajemen TVS menyebut banyak pemain baru di segmen kendaraan listrik roda dua yang tampak serius, namun praktiknya hanya numpang lewat.

Praktik Main-Main Rusak Kepercayaan Pasar

Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, Ryan Rahadian, tak menutupi rasa prihatinnya. Menurut dia, gairah industri kendaraan non-emisi di Tanah Air kerap disalahgunakan oleh merek-merek yang tidak memiliki komitmen jangka panjang.

“Banyak pabrikan motor listrik di Indonesia yang main-main. Hari ini ada, bulan depan tiba-tiba hilang tanpa jejak. Praktik seperti ini jelas tidak sehat dan bisa merusak kepercayaan konsumen terhadap motor listrik secara keseluruhan,” ujar Ryan dengan nada tegas.

Ryan menekankan bahwa industri yang tengah bertumbuh seperti kendaraan listrik tidak bisa digarap secara asal-asalan. Konsumen membutuhkan jaminan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan servis yang jelas—hal-hal yang justru absen dari merek-merek “karbitan” tersebut.

Fenomena ini memang mencolok. Dalam dua tahun terakhir, puluhan merek motor listrik lokal dan impor muncul dengan penawaran harga miring serta klaim performa bombastis. Namun seiring berjalannya waktu, banyak di antaranya hengkang diam-diam, menyisakan konsumen yang kesulitan mencari layanan servis dan garansi. Situasi ini, sebut Ryan, mencederai upaya seluruh pemangku kepentingan yang serius membangun ekosistem elektrifikasi yang berkelanjutan.

Apa Kata TVS Soal Persaingan?

TVS sendiri dikenal sebagai salah satu pabrikan global yang telah meluncurkan motor listrik seperti iQube di India dan sedang mematangkan langkah ekspansi di ASEAN, termasuk Indonesia. Kehadiran merek asal Chennai ini dinilai konsisten, ditopang oleh pengalaman puluhan tahun di industri roda dua konvensional.

Ryan membeberkan bahwa strategi TVS bukan sekadar menjual unit, melainkan membangun infrastruktur terlebih dahulu. “Kami tidak ingin menjadi merek gaib berikutnya. TVS sudah lebih dulu memastikan kesiapan rantai pasok, pelatihan mekanik, dan ketersediaan komponen sebelum produk diluncurkan. Tanpa itu, jangan harap konsumen mau menaruh kepercayaan,” katanya.

“Kami tidak hadir untuk sekadar melempar produk ke pasar. Kami hadir untuk membangun kepercayaan dan ekosistem yang solid,” tambah Ryan.

Di balik kritik tersebut, Ryan mengakui bahwa persaingan di pasar sepeda motor Indonesia memang sangat ketat, tidak hanya dari merek Jepang dan Tiongkok, tetapi juga dari sesama pendatang baru. Namun ia percaya bahwa kekuatan fundamental—seperti riset dan pengembangan yang matang, jaringan distribusi yang luas, serta layanan purnajual yang terjamin—akan menjadi pembeda nyata di mata konsumen.

Potret Suram: Merek Hilang Tanpa Jejak

Fenomena “merek motor listrik gaib” bukanlah isapan jempol semata. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), dari total lebih dari 50 merek kendaraan listrik roda dua yang tercatat sejak 2020, hampir 30% di antaranya telah menghentikan operasi atau tidak lagi terdeteksi aktivitasnya. Banyak konsumen yang melaporkan tidak bisa mendapatkan layanan garansi karena dealer resmi sudah tutup dan kontak pabrikan tidak merespons.

Kritik dari TVS ini diharapkan bisa menjadi wake-up call bagi regulator untuk memperketat izin usaha dan pengawasan terhadap pabrikan baru. Beleid terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan kewajiban penyediaan layanan purnajual selama minimal lima tahun pun dinilai perlu ditegakkan dengan konsisten.

Sementara itu, TVS memastikan akan terus memantau dinamika pasar dan tidak akan terburu-buru meluncurkan produk sebelum seluruh aspek pendukung siap. Langkah ini, meski terkesan lambat, justru menjadi rahasia bertahan di tengah gempuran merek lain yang datang dan pergi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User