Trump Hubungi Presiden FIFA, Minta Kartu Merah Pemain AS Ditinjau Ulang
Jakarta - Sebuah langkah tak biasa diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara pribadi menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membahas insiden kontroversial di Piala
Jakarta - Sebuah langkah tak biasa diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara pribadi menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membahas insiden kontroversial di Piala Dunia 2026. Trump meminta agar kartu merah yang diterima oleh penyerang tim nasional AS, Folarin Balogun, ditinjau ulang oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Insiden Kartu Merah Balogun
Menurut laporan yang dihimpun media kami, peristiwa itu terjadi dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Bosnia, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim asuhan Gregg Berhalter. Striker andalan AS, Folarin Balogun, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah secara tidak sengaja menginjak bek Bosnia, Tarik Muharemovic.
Insiden tersebut memicu kekecewaan publik AS, mengingat Balogun merupakan tokoh sentral di lini depan tim. Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah langsung otomatis memicu larangan bermain satu pertandingan. Yang lebih memberatkan, regulasi tidak mengizinkan banding dari tim pemain untuk sanksi seperti ini. Konsekuensinya, Balogun dipastikan absen saat AS berhadapan dengan Belgia di babak 16 besar yang dijadwalkan pada Senin waktu setempat.
Intervensi Langsung Trump
Merespons situasi tersebut, Presiden Trump mengambil langkah langsung dengan menghubungi Gianni Infantino. Komunikasi ini bertujuan untuk memohon keringanan hukuman bagi Balogun, dengan harapan pemain tersebut tetap bisa diturunkan dalam laga krusial melawan Belgia. Hingga saat ini, keterlibatan langsung seorang kepala negara dalam urusan teknis dan disipliner di level Piala Dunia tergolong sangat langka dan mengundang perhatian global.
FIFA sendiri belum memberikan respons resmi atas permintaan yang diajukan Trump. Para pengamat menilai bahwa jika kartu merah ini dianulir, akan muncul preseden besar yang bisa mempengaruhi independensi keputusan wasit di masa depan. Namun, di sisi lain, suara dari pendukung Balogun semakin kuat, menuntut keadilan bagi pemain yang disebut mengalami insiden tanpa unsur kesengajaan tersebut.
Pertandingan melawan Belgia akan menjadi ujian besar bagi skuad AS. Absennya Balogun dipandang akan mengurangi daya gedor tim. Intervensi Trump, meskipun menyedot perhatian luas, memperlihatkan betapa politik dan olahraga bisa saling terkait dalam momen-momen kritis seperti ini.
Comments (0)