WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan pernah secara langsung menanyakan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping apakah Beijing berminat membeli senjata buatan Amerika Serikat. Pengungkapan mengejutkan ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Tiongkok, David Perdue, dalam sebuah wawancara televisi yang mencuri perhatian publik internasional.
Pernyataan Perdue muncul di tengah ketegangan hubungan Washington dan Beijing yang belum juga mereda, terutama terkait isu Taiwan dan pembatasan ekspor teknologi militer. Permintaan Trump tersebut dinilai janggal karena selama puluhan tahun Amerika Serikat memberlakukan larangan ketat terhadap penjualan persenjataan ke Tiongkok.
Kronologi Pengungkapan di Fox News Sunday
Dalam wawancara dengan Fox News Sunday, Perdue membahas pendekatan Trump terhadap Tiongkok serta kelanjutan penjualan senjata AS ke Taiwan. Ia kemudian menyelipkan pernyataan yang langsung menjadi sorotan media internasional.
"Presiden Trump terus mengatakan, 'Hei, kami menjual senjata ke orang lain di seluruh dunia,'" ujar Perdue.
"Dia bahkan pernah bertanya kepada Presiden Xi apakah dia ingin membeli sebagian."
Perdue tidak menyebutkan kapan persisnya Trump melontarkan tawaran itu, jenis senjata apa yang dibahas, maupun bagaimana respons Xi Jinping. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Dua Pertemuan Penting Sepanjang Tahun Ini
Menurut catatan yang dihimpun, kedua pemimpin tersebut telah bertemu dua kali dalam kurun satu tahun terakhir. Pertemuan pertama berlangsung di Beijing pada Mei, sementara pertemuan kedua terjadi saat kunjungan kenegaraan Xi Jinping selama tiga hari ke Washington pekan lalu.
- Pertemuan Mei di Beijing — menjadi ajang pembicaraan awal mengenai kerja sama ekonomi dan keamanan regional.
- Kunjungan kenegaraan Xi ke Washington — berlangsung tiga hari dan membahas isu perdagangan, teknologi, serta stabilitas Indo-Pasifik.
- Wawancara Perdue di Fox News Sunday — menjadi titik pengungkapan adanya permintaan pembelian senjata AS oleh Tiongkok.
Benturan Kebijakan: Larangan Ekspor versus Penjualan ke Taiwan
Permintaan Trump tersebut dinilai paradoksal mengingat aturan federal AS secara tegas melarang ekspor pertahanan ke Tiongkok. Larangan ini sudah berlaku sejak lama dan menjadi salah satu pilar kebijakan keamanan Washington terhadap Beijing.
Di sisi lain, Amerika Serikat justru terus memasok senjata ke Taiwan, wilayah yang diklaim Tiongkok sebagai bagian tak terpisahkan dari teritorinya. Kebijakan ini berulang kali memicu kemarahan Beijing dan memperkeruh hubungan bilateral kedua negara.
Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Perdue berpotensi menimbulkan kebingungan diplomatik, terutama karena tidak ada penjelasan resmi mengenai kelanjutan tawaran tersebut. Sejumlah analis menduga pernyataan itu lebih bersifat retoris untuk menegaskan posisi AS sebagai eksportir senjata global.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Beijing terkait pengungkapan ini. Publik internasional menantikan klarifikasi apakah permintaan Trump benar-benar disampaikan secara serius atau hanya bagian dari gaya negosiasi yang selama ini melekat pada dirinya.
Comments (0)